Friday, December 06, 2013

‘ bintang dan pelangi ditanggal 6 yang tak ada akhir kehidupan ‘

Ada bintang dan pelangi dilangit sana yang menyatukan hatinya disaat semua orang berkata tak mungkin karna bagaimana bisa, pelangi hanya ada disaat hujan reda dan bintang hanya ada saat malam tiba, tapi bersamamu semua menjadi nyata.

Entah ribuan kata, entah jutaan makna atau sekedar lewat seperti angin yang mampir begitu saja saat kau mengartikan tulisan demi tulisan yang tiada berguna.

Bagaimana aku tidak tersenyum ketika bintang dilangit sana selalu menghadirkan cahaya yang tak ada habisnya meski gelap menutupi cahaya terangnya.
Bagaimana aku tidak tersenyum ketika bintang dilangit sana selalu menghadirkan kejutan-kejutan disetiap hari-hari yang dilewatinya.

Indahnya, sungguh tak pernah ada akhirnya.....


“Apa boleh aku menangis haru sebentar saja, dibahumu...”
Bisa kau jelaskan, mengapa kau begitu mudah menjadi alasan disetiap senyuman yang ku kembangkan?
Kalau dengan mengenalmu, aku jauh lebih baik, maka lanjutkan. Atau kalau bersama denganku kamu merasa jauh lebih baik, maka teruskan. Apa mungkin kau selalu melihat apa yang kulihat? Kita.

Banyak hal yang tak bisa ku ungkap dengan suara, hanya kata-kata yang bisa mewakilinya, ini pun bagimu mungkin tak seberapa.

Aku percaya semua terjadi atas kehendak Tuhan, kebahagiaan yang selalu tersirat dalam doaku adalah kebahagiaan yang tanpa ada akhirnya tanpa ada ujung ataupun titik temunya, karna dengan begitu aku berharap bisa melengkungkan senyuman dari wajahmu. Yah cukup senyumanmu yang membuatku semangat selalu tanpa ragu melangkahkan kakiku J

yang ku harapkan hanyalah kau,
Seseorang yang tak hanya memberi rasa aman tapi juga nyaman. Seseorang yang tak sekadar membuat pernyataan tapi juga pertanggungjawaban. Seseorang yang tak pernah mengubahku menjadi diriku yang lain. Seseorang yang selalu membantuku untuk terus bergeser kearah kanan.

Jadi..
Aku hanya perlu bukti bahwa kamu harus tetap disini, menetap dihati.
Tak egois kan?
Sebab kita sudah membuat janji, tak kan pernah saling melepaskan genggam kecuali Tuhan sendiri yang menginginkan.

Tapi..
Suatu saat aku pasti punya ketakutan dihatiku, mengintip celah-celah masa lampau.
Kau tahu, sayang? Hanya karna aku merasa begitu khawatir membuatmu merindukan yang selain aku, selain mereka yang juga dalam hatimu. Karna aku ingin menjadi nomer kesekian saja dideretan hatimu.
Bukan..bukan maksudku dari yang lain.
Tapi deretan kesekian setelah Tuhan, keluargamu barulah aku...

Kau setujukan pendapatku?

Bukan aku ragu, hanya saja terkadang aku jadi begitu manusiawi.
Menginginkanmu selalu berada disini, padahal... katamu, kamu hanyalah manusia yang seharusnya kugantungkan semua harapan bukan padamu kan? Tapi pada Tuhan yang menggenggam takdir untukku.
Maaf, jika aku terlanjur mengindahkan mimpi-mimpiku.
Maaf, jika aku salah meletakkan semua beban di pundakmu, lalu kamu merasa berat karena itu....

Aku selalu ingin memelukmu dalam doaku agar kau tahu betapa kau tak perlu khawatirkan apapun sebab karna apapun yang terjadi aku ada disekitar hatimu. Karna, sesulit apapun denganmu, aku tak kan mungkin begitu saja pergi meninggalkanmu.

Kau tahu kan?
Aku percaya,  kamu jauh lebih hebat dari yang ku kira. Aku yakin, kamu jauh lebih sabar dari yang ku duga. Bila pikiranku adalah suatu kesalahan pun, dengan bersama kita buat segalanya jadi benar.

Katamu, semestinya kita perbaiki bersama.
Jadi.. ingatkan aku, peringatkan aku ketika aku salah memperlakukanmu. Ingatkan aku yang masih sering lupa tuk menjaga lelahmu. Lalu ajari aku tuk mengerti semuanya, karna aku wanita yang terkadang juga tak bisa paham apa keinginanmu. Ajari aku tuk bersabar menunggumu jika waktu menjauhkan jarak antara aku dan kamu. Ajari aku tuk menjadi seseorang yang selalu kau butuhkan setiap waktu, bukan maksudku mengganggu tapi aku ingin selalu jadi penyemangat juga disetiap harimu. 
Genggam tanganku, sebab dalam keadaan apapun, aku yang tak bisa apa-apa ini hanya akan selalu ada untukmu.

“Ajak aku tuk terus bersamamu sampai akhir waktu, sebab aku tak mau selain kamu”

Kebersamaan sudah membuat segalanya jadi lebih sempurna. Berbagi waktu, celoteh sederhana, tatap mata, dan senyummu yang terkadang datar itu mengindahkan hari-hariku.
Bahagia, memang begitu sederhana ketika kau didekatku. Darimu pula ku temukan hakekat merindu. Bahwa rindu bukan seberapa jauhnya jarak, bukan soal berapa lama nanti kau dan aku tak kan bertemu. Tapi karna dalamnya cinta yang ku rasakan untukmu. Sebab, kamu yang menghadirkan ketenangan  disini, yah dihati. Yang tak kan pernah bisa ku tukar dengan apapun, kecuali kebersamaan yang tak pernah ingin ku akhiri kecuali saat kematianku dan dengan pengharapan disana ku bisa bertemu denganmu dan bersama mu lagi.

“dan dalam doa, selalu ku meminta pada Tuhan semoga bahagia denganmu tak kan pernah menemui akhirnya”

Ku temui hidupku dalam setiap langkah kakimu dalam doa dan pengharapan.
Kutemui aku dalam dirimu .

Thursday, November 28, 2013

Dear God, i'm not a loser


Meski berkali-kali Kau menjatuhkan, aku tak akan pernah berada dalam kesedihan. Bukankah Engkau menciptakan kekuatan baja mengelilingi retakan disekujur tubuhku? Meski cacian di lempar ke mukaku, aku tak akan pernah menyerahkan impian-impian yang susah payah kuperjuangkan. Bahkan meski berkali-kali sakit merumah di dadaku, aku tak akan pernah membiarkan siapapun juga mengambil alih hidupku.

Aku tahu. Engkau sengaja mengujiku. Ingin tahu seberapa besar keinginanku untuk menang.
But, i’m not a loser, God.
Meski Kau sengaja menyenggalkan nafas, aku tak akan begitu saja terhempas. Aku tak pernah meminta satuan semacam perhatian, sebab hal-hal semacam itu bukan tabiatku. Aku lakukan sendirian sampai titik darah penghabisan. Akan tetap kulakukan meski Kau masih juga mendorongku untuk jatuh lebih dalam, aku lebih percaya itu bagian dari penundaan.
Kebahagiaan, dan semua yang belum Kau kabulkan pasti sudah Kau susun dengan begitu sempurna di akhir cerita.

Meski Kau membawa seribu alasan untuk membuatku meninggalkan-Mu, tak kan pernah membuat jalanku menyimpang. Sebab aku tahu, Kau tebing paling kokoh. Kau tetap menjadi bahu paling nyaman, atau peluk paling hangat untuk ku berdiam. Maka, teruskanlah membuatku merasa ingin mencicipi kematian.  Karena sampai separuh nyawaku pun Kau ambil, aku tetap jadi yang paling hebat bertahan. 
Meski sendirian, meski sendirian.

Iya, meski semua orang melihatku dengan hinaan, atau meludahiku dengan penuh kebencian aku tetap tak akan pernah menyilangkan aturan. Ketahuilah, Tuhan...... aku hamba-Mu yang paling percaya dengan keajaiban dan naskah-Mu, skenario Tuhan yang begitu sempurna.

Musikalisasi puisi :

Wednesday, November 27, 2013

"langitku, langitmu = itu rindu"

aku berbisik pada nuraniku tentu kau lah bentengku, kau lah dinding hatiku, aku bergeser dan menatap langit disela jendelaku , andai kita satu langit disitu..

aku tak paham astronomi tapi gugusan bintang setuju membentuk konstalasi rindu kala langitku dan langitmu dipisahkan oleh waktu.

mungkin aku tidak tahu semua tentang matematika, tapi setiap aku memikirkanmu dua kali duasatu hasilnya selalu lima huruf sama dengan cinta.

aku tak butuh hitungan karna rasaku tak bisa terhitung sampai kapanpun.

saat ini aku hanya membawa bekal setumpuk keyakinan dan sekotak berisikan hati .
apa itu cukup untuk menjelajahi waktu bersamamu?

sekalipun aku tak paham akan ilmu apapun kecuali memahamimu
namun ingatlah selama kita menjelajahi waktu  tenang lah, didasar hatimu lah aku selalu jatuh .

jika surga memiliki nadi maka kita adalah denyutnya .
kau pasti tersentak heran membaca kataku?
sebab, bagaimana aku tidak mencinta..
kata" mu menusuk hingga relung dan batin ku.

apa ku bilang? kau pasti bertanya?
surga bernadi dan kita denyutnya?
haha..
apalah guna kalender tuk menghitung hari
karna kau telah menjadi detik yang kulewati dan segala musim untuk ku lalui .

sekarang..
kau terdiam?
hening?

aku mungkin tak selalu tahu tentang otomotif
tapi namamu bisa selalu ku sebut membalap apa saja siapa saja..

entah.. terbuat apa dirimu?
ketika ku dengar namamu thalamus di otakku tak berhenti menggambar wajah dan nadiku yang bergemuruh.

bumi berputar tapi aku tak pusing karnanya,
berputar? biarlah karna aku tak kan pusing karna hilang pandanganmu.

aku ingin mendengar antrian kata yang berdesakkan di kepalamu..
haha.. mungkin aku tercekik rindu
waktu dan ruang seakan menghukum ku.

andai bumi tak berputar
andai waktu terhenti

aku menyalahkanmu..
kini paru-paruku hanya sebesar 1 cm,
karna huruf-huruf katamu berbaris seperti tentara, menyesakkan semua ucapan kata.

ya, tentu ini salahmu
jika esok matahari memusuhiku karna hangat kata dan sapamu cukup membuatku melewati ribuan hari tanpa pagi

dan aku masih menyalahkanmu
kau menghentikan ku dengan kalimat ajaib yang kau ucapkan
dan melodi indahku terangkai karna mu

aku tak pernah menanyakan apa itu cinta sampai kau datang dengan ribuan jawaban
ia, kau jawaban ku bahkan atas pertanyaan yang belum pernah aku tanyakan.

karena aku yakin aku tak lelah

yah..
ini detik aku akan kembali lagi pada bayanganmu dimimpiku dan menggenggam hampa jemari yang berjarak.
terimakasih bintang..


Tuesday, November 26, 2013

SAMA-SAMA DI BAWAH LANGIT


"Puisi, puisi, puisi, aku mendapati itu semua dari keheningan, dari bunyi tetes air mata yang ditertawakan, dan dari kegilaan yang menawan."


aku terdiam saat menemukan quote ini :

Bila aku harus menjauhimu, aku akan memulainya dengan berjalan mundur. Aku akan menghayati lambai tanganmu di selangkah demi selangkah. Kemudian saat mataku mulai berkaca-kaca, aku akan berkedip untuk membiarkan pipiku pasah. Aku akan menangisi jarak sambil menaruh harap untuk melayang-layang di atas tanah. Karena sejauh apapun kita terpisah, kita hanya sama-sama di bawah langit, masih di dalam bumi yang tidak lelah berputar terus. :)

Friday, November 22, 2013

ketika tiba saat kau jauh

apa yang kalian rasakan saat kalian benar-benar menyayangi seseorang?
pastinya takut kehilangan kan..
tapi jika semua ada kepercayaan dan dengan keyakinan maka kekhawatiran itu tak pantas dipermasalahkan karena Allah pun akan membuat senyuman indah bukan untuk kalian kembangkan?
seperti usaha, doa, dan perjuangan tak ada yang sia-sia..
semua pasti kan membuahkan senyuman..

ketika suatu hari orang yang ku sayang menghilang , apakah aku juga akan menghilang Tuhan?
apakah aku akan bertahan?
atau aku akan meninggalkan?

tentu saja aku kan memilih untuk tetap bertahan..
karna aku punya keyakinan ketika telah diberikan kepercayaan...
walaupun Tuhan menghilangkannya di dalam kenyataan bukan berarti kita pun harus menghilang kan?

ketika suatu saat seseorang yang aku sayang menghilang bukan berarti aku harus meninggalkan..
menunggu itu bukan hal yang bodoh kaan?
jika suatu hari kehilangan itu terjadi dan orang berkata kau terlalu bodoh untuk tetap bertahan menunggu .
yah...
suatu saat..jika kehilangan :

People say I'm idiot to waiting you. Who's know my heart? Just me,this is my way to always love you :') ♥

inilah kenapa video ini disertakan ,
karna jika aku menyukai seseorang karna Allah aku yakin jika terpisahkan jarak sekalipun nantinya tetap akan tetap dipersatukan..
yah suatu saat , iya kan.. :D



karna jika kamu jauh kapanpun itu terjadi maka akan ku rekatkan sayap di angin,
sampai dan terdengar sebagai desau paling merdu ditelingamu....

aku, kamu..
sepasang genggaman yang saling menguatkan .

ketika kehilangan mencoba mengubah kita menjadi kenangan yang akhirnya dipersatukan dengan pertemuan dan senyuman kebahagiaan :)

Tuesday, November 12, 2013

‘hanya lewat tulisan aku mampu menyuarakan apa yang ku rasakan’

   Ada hal yang oranglain juga harus tau disaat aku hanya bisa terdiam, saat aku hanya bisa mengucap doa kebaikan walaupun aku tau  ada orang yang membenciku teramat sangat karna aku tak bisa menyukainya dan menjadikannya seseorang dihidupku.

Terakhir yang aku tau dia mengatakan bahwa dia akan membuat ku sengsara, membuat aku tak kan bahagia dan membuatku dibenci sama semua orang dan dia juga mau membuat orangtuaku membenciku. Entah bagaimana tapi aku yakin dia memang berhasil menyudutkan ku dihadapan semua orang tapi tidak dihadapan orangtua dan TUHAN .

Aku tak pernah mengenal manusia sejahat dia,
Memang pernah dekat sebagai teman dan aku hanya menganggapnya teman saja dan kalo dikatakan sayang sama seperti aku menyayangi teman-teman ku yang lain.
Sekarang aku bertanya pada kalian? Salahkah jika aku bahagia? Atau memang aku tak boleh bahagia sampai dia bilang “haha..aku tak kan membuat kau bahagia dan akan terus membuat semua orang membencimu”.
Salahkah aku  bila aku menyukai orang dan itu bukan kau seseorang yang aku berpikir baik namun ternyata seperti orang bermuka dua?
Salahkah jika aku bersama dengan orang yang aku suka dan aku sayang, yang berjanji akan menjaga ku dan menjaga amanah yang dikasih orangtuaku ke aku.
Aku menyayangi seseorang itu dan kau ingin membuat ku tak kan bahagia,
Asal kau tau saja. Orang yang paling berharga di duni adalah ayah dan ibundaku, sementara kau ingin mereka membenciku? Kau tak kan bisa. Dan aku bilang lebih baik kau membunuhku saja, karna bagiku mereka lebih dari segalanya,
Kau tau? Aku disini berada jauh dari mereka dengan membawa dan diiringi doa sebagai semangat dihari-hariku , namun mengapa kau begitu jahat.
Mengenal manusia sepertimu seakan mengenal orang yang tak ingin ku kenal,
Tuhan... apa aku salah menganggap semua orang di dunia baik, padahal faktanya tak semua baik, semua hanya mendengarkan sepihak dan mereka tak kan tau karna aku hanya punya Allah, orangtua tempat curhat ku yang aku yakin aku mampu tenang  kuat , tegar dan bertahan.

Aku tak suka sama kau teman, bisakah kau menerima keadaan? Diam dan kau terima karna hati itu tak bisa dipaksakan, tapi kenapa kau malah ingin membuat orang membenciku? Dan aku hanya bisa terdiam tanpa bisa berbuat sesuatu saat ku dengar kau menyeruakkan omongan kasar dan omongan buruk tentangku .

Seandainya aku bisa seperti Aisyah yang dengan kesabarannya bisa bertahan walau badai cobaan datang salah satu peristiwa yang dialaminya adalah adanya berita bohong, yang kini terjadi padaku dan itu semua dari bualmu teman, dari omong kosongmu. Aku ingin setegar aisyah Tuhan.. aku ingin sesabar aisyah ya Allah.. aku juga ingin berbicara kepada mereka semua tapi aku bisa apa, andai mereka semua bisa kupercaya untuk membagi ceritaku dan aku bisa menyuarakannya kalian pasti tau, aku sudah cukup lelah dengan keadaan yang ada, aku tau dia punya segalanya, kepintaran dan semua yang dia punya pasti membuat orang percaya sementara aku? Aku hanya bisa diam saja saat dia mengatakan kejelekan tentangku dihadapan jagad raya.

Kau mau membenciku? Itu hakmu, aku tak melarang, aku bahkan tak peduli dengan omonganmu kepada mereka semua. Karena Allah selalu bersama ku, dan aku selalu mendoakan kebaikanmu walau kau menjahatiku.

Kau tau, kenapa aku tidak menyukaimu? Kenapa aku menghindarimu? Ada hal yang tak aku suka darimu. Aku tak menyukaimu karna sesuatu yang tak mungkin ku ceritakan dan aku tak suka padamu itu karna Allah. Karna Allah aku tak menyukaimu teman.
Aku pun tau semua tentangmu dr teman-temanmu dan aku tak kan mungkin menyukai orang sepertimu.

Hanya lewat tulisan aku bisa mengungkapkan kebenaran, sedangkan kau selalu mencari dan mengumpulkan kesalahan yang membuat orang percaya padamu dengan menyebarkan isu dan menghiasi berita-beritamu, menyebarluaskan gosip dan mencerai beraikannya.
Tuhan yang tau aku. Tuhan maha tau saat kau menyudutkanku.
Aku tau mereka semua terhasut omonganmu dan aku hanya bisa berdoa, lihat saja suatu hari nanti di langit sana di akhirat sana. Tuhan yang akan membalas semuanya.

Allah.......
Aku hanya ingin Allah memeluk selalu dengan ketabahan dan keimanan sehingga semua ucapan orang yang membenciku membuatku bukan semakin drop malah semakin tegar dan kuat menjalani kehidupan.
Aku tak bisa terus terpojokkan, lelah dan apa yang kau mau teman?
Aku selalu mendoakanmu saat kau terus-terusan menyerukan ceritamu...
Entah apa itu aku sendiri tak tau, yang aku tau dari mereka, terus menerus membuat mereka percaya dengan ceritamu.

ALLAHU AKBAR... Allah maha besar,
Sesungguhnya aku bisa setegar nabi yang saat dibenci bahkan diludah, nabi masih bisa terus baik dengan orang yang melakukan kejahatan kepadanya dan selalu mendoakan.
Aku ingin sekuat itu ya Allah..

Aku memaknai cerita tentang Rasulullah dan Aisyah:
Saat Rasulullah berkata kepada Aisyah “wahai Aisyah sesungguhnya berita tentang dirimu telah sampai kepadaku dimana engkau begini dan begitu. Jika memang engkau orang yang terbebas dari fitnah itu, maka Allah akan membebaskanmu. Dan jika memang engkau berbuat dosa maka mohonlah ampunan kepada Allah serta bertaubatlah kepadaNYA.
Setelah Rasulullah menyampaikan ucapannya, aisyah kemudian berkata :
Airmataku kini telah menyusut  hingga aku tidak merasa setetespun keluar. Aku berkata kepada ayahku : wahai ayahku tolong jawablah atas nama diriku pertanyaan Rasulullah. Begitu juga saat aisyah berkata pada ibunya.
Kemudian Aisyah berkata :
Sungguh demi Allah, sebenarnya aku telah tahu bahwa kalian semua telah mendengarkan berita yang ramai dibicarakan oleh orang-orang. Dan rupanya hati kalian telah tenang, bahkan membenarkan apa yang dikatakan mereka itu. Dan sekiranya aku berkata kepada kalian bahwa diriku terbebas dari sangkaan mereka itu. Dan demi Allah, sesungguhnya aku bebas dari yang mereka ceritakan, niscaya kalian tidak membenarkan aku atas apa yang mereka beritakan itu.
Dan sekiranya aku berkata kepada  kalian bahwa diriku benar-benar terbebas dari sangkaan mereka itu.
Dan demi Allah, aku tidak menemukan  suatu kondisi yang tepat untuk diriku dan untuk kalian semua, selain ucapan yang pernah diucapkan oleh ayahnya nabi yusuf: “kalau begitu bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya dan Allah jugalah yang dimohonkan pertolongan mengenai yang kamu katakan”. (Qs.Yusuf:18)

Aku masih punya ayahbunda orang yang sangat ku percaya , malaikat tanpa sayap yang selalu menguatkan.
Aku ingin berteriak, hati ini lelah...

ya Allah bantu aku terus bertahan dan tetap tegar disini, karna aku sudah sangat lelah, aku butuh sahabat tapi siapa?
Aku yakin aku mampu melewati setiap cobaan dari-MU ya Allah karna Allah tak akan menguji hambanya diluar kemampuan hambanya itu sendiri, dan semoga mata hati orang-orang terbuka untuk tau siapa yang benar karna hanya Allah yang mampu menunjukkan keadilannya di akhirat kelak, dan aku hanya bisa selalu mendoakan mereka yang berbuat jahat dan mengatakan kejelekan yang tak pantas mereka lontarkan. Aku masih terus percaya semua orang baik padahal tak semua orang demikian adanya.
Allah...
Aku hanya bisa berharap saat mereka membaca tulisan ku ini yang entah itu kapan atau tidak sama sekali, mereka tau siapa yang harusnya dibela bukan dipojokkan ataupun disalahkan.
 kesabaran, ketegaran dan aku yakin Allah membuatku lebih tabah dan lebih memaknai makna yang sebenarnya dari kehidupan .


Wednesday, October 30, 2013

Cerita kepada Nenek...


I’ll miss my grandma..
Andai nenek ada disini nek, aku rindu sekali..
Andai nenek disana bisa mendengar ceritaku tentang kerasnya hidup disini, susahnya menutup telinga dari omongan yang menyiksa batin dan tentang kesabaran dari berbagai cobaan dan ujian lainnya.
Nek.. disini mereka tidak selalu seperti yang ku pikir, terkadang kata-kata nya menyakitiku nek tapi bukan semua koq nek, banyak juga yang baik.

Kadang jika aku mendengar atau merasa sesuatu aku. Aku sungguh tau tapi aku hanya bisa diam nek, kau tau kan nek aku tak bisa dibohongi atau apapun aku pasti tau karna aku masih bisa membaca sifat-sifat dan tau dengan mata. Ahh.....apalaaaah aku ini ya nek.

Nek.. aku cape, aku ingin bertemu dengan nenek..
Betapa sedihnya aku ketika aku hanya bisa merindukan dan hanya bisa mengingat kenangan namun aku bahagia nek, tenang..jangan sedih juga..karna aku bahagia karna aku masih dapat menyampaikan ceritaku meskipun lewat tulisan ini aku bahagia walaupun aku tak bisa memelukmu dengan tangan ku tapi aku masih bisa memelukmu selalu dengan doaku nek.
Nenek disana... betapa ingin aku bicara dengan telepati ingin kukatakan bahwa sayangku ini selalu menyakitiku ketika ku hanya bisa menangis kehilanganmu, karna nenek orang tercinta kedua setelah ayahbunda dan adikku nek.. L

Nenek tau, aku mendengar omongan yang tidak ingin aku dengar dari seseorang teman tentang teman ku yang suka mengatakan suatu kebohongan tentang orang-orang disekitarnya dan aku tak suka itu nek.. aku tak suka jika ada orang yang suka menjelekkan orang nek dan aku tak suka orang yang tak bisa menghargai sesama nek..
Kenapa semua orang tak seperti pikirku nek, kenapa terkadang masih ada orang yang seolah baik tapi menusuk nek? Kenapa masih ada orang yang bermuka tembok dan tanpa salah nek? Aku benci orang seperti itu nek..

Andai nenek disini... banyak yang ingin aku ceritakan, dan andai waktu bisa ku hentikan aku ingin walau sedetik saja bisa menatap senyummu nek... mendengarkan nasehatmu yang begitu menyayangi cucu putrinya ini.

Ya Tuhan...aku rindu nenekku..lindungi beliau disana, sampaikan salam dan doaku ini bahwa aku tak kan pernah berenti mengucapkan sayang doa doa untuknya disana. -___-‘

Nek, aku menyukai seseorang sekarang.
Setelah bertahun-tahun lamanya aku mengikat hati pada diri sendiri aku bisa menyukai orang nek, Ini tak mudah, kau tau kan nek? Karna aku susah suka sama seseorang. Sekali aku suka selalu rasa itu terjaga kecuali dia menyakiti maka aku lebih memilih pergi.

Nek, aku suka tapi aku memendam saja.
Aku tak tau apa dia juga merasakan seperti yang aku rasa nek, yang aku tau aku selalu berdoa untuk kebaikan nya disetiap hari-harinya, tak salah kan nek?
Aku cerita ke bunda nek.. tentang seseorang yang berhati layaknya seperti malaikat tanpa sayap yang entah datang dari mana walau mungkin dia tak peka dan mungkin kadang jutek tak peduli bahkan galak nek. Mungkin itu persepsiku nek... aku suka diam-diam nek, lewat kata yang aku tulis yang entah dia sadar atau tidak bila membaca setiap tulisan ku dan sudahlah aku yakin dia tak akan membaca ini nek.. aku hanya ingin bercerita kepadamu tentang nya nek... itu membuatku merasa bahagia walau tak bisa secara langsung mengutarakan sambil mendengar ocehanmu nek..

Oiya..disini aku terus bertahan hidup nek, walau terkadang jatuh sakit. Sesak yang kadang datang membuatku tak bisa bernafas nek, tapi lagi-lagi aku tetap diam saja tanpa harus bilang ke ayah bunda.. masih sama seperti dulu..aku masih sosok keras kepala nek... maaf.
Tapi aku yakin dapat bertahan dengan doa mereka dan semangat mereka ayah bunda. Bahkan jika tak bertahan aku pun bahagia bisa segera menemuimu nek J indah kan?
Jadi anak perantauan itu tak mudah yah nek kadang hati menangis tanpa tetes airmata dan didunia nyata senyuman masih terkembang karna sebuah perjuangan yang tak kan berhenti. Aku percaya nek, semua perjuangan ataupun pengorbanan tak kan berakhir sia-sia. Iya kan nek?

Nek... aku ingin main basket lagi seperti dulu tapi aku tak punya ring ku sendiri disini tak ada team, dan tak ada nenek yang menyaksikan disetiap perlombaan ku.

Aku kangen puisi-puisiku tentangmu nek.. tentang semuanya.
Dan kau selalu menjadi orang pertama yang bertepuk tangan disaat kejuaraan musikalisasi puisi ku.
Aku ingin bertemu denganmu nek...
Tapi sebelum itu aku ingin membuat ayahbunda dan adikku bangga dan bahagia dulu ya nek..

Aku ingin terus semangat karna aku yakin kau selau mendoakan seperti ayahbunda dan adikku disini nek... aku tidak sendiri kan nek? Aku dekat sekali dengan nenek. Kata bunda nenek selalu disini “dihatiku”, bener kan nek?
1 hal untukmu disana nek.. “love my grandma so much”
Ku peluk nenek selalu dalam doaku..


Saturday, October 19, 2013

One more time, one more chance

Aku suka bintang,
bintang yang bercahaya di langit. cahaya nya indah bahkan tak pernah redup dipandang mata walau tak semua bercahaya terang.

apa kau lihat bintang itu?
Bukan, bukan yang redup itu. Bintang yang diujung sana. bintang yang paling terang. Itu dirimu.. 
Kau tau dan kau lihat? Jika kau tarik garis dari bintang yang itu, lalu kau hubungkan dengan yang dibawah, lalu kau tarik lagi ke bintang disampingnya, dan kau tarik lagi ke bintang yg pertama. ketiga bintang itu akan membentuk 'segitiga', iya kan?

bagaimana menurutmu... Indah, bukan?

Bintang itu..
Mereka tidak lagi indah, jika ketiga bintang itu menggambarkan cerita.
bisakah ku ibaratkan bintang milikku, milikmu, dan milik yang lain...

apa kabarmu? -,-

Malam ini pukul 21.21 malam. sebenarnya sudah sejak dua jam yang lalu aku membungkuk menatap layar laptopku. entah... tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang penting yang aku lakukan selama dua jam tadi. 
yang kuingat, sejak dua jam itu juga telingaku tak berhenti mendengarkan lagu "one more time, one more chance" yang dinyanyikan oleh Yamazaki Masayoshi. 

Aku memejamkan mata, mendengarkan lagu itu seperti membawaku ke tempat itu.
Dimana aku bisa melihat senyummu, hanya melihat senyum mu dan kau begitu baik padaku.

one more time one more chance. 
Sejak itu kau mungkin tak tau, lagu itu menjadi amat bermakna untukku.
Aku selalu mendengarkan lagu itu. selalu.

dan tiba-tiba saja airmataku menetes ketika lirik lagu itu sampai pada lirik:

itsudemo sagashiteiruyo (i'm always searching for you)
dokka ni kimi no sugata wo ( always searching for your figure)
kousaten demo, yume no naka demo ( at the intersection. in my dreams)
konna toko ni iru hazu mo nai noni (even though i know you can't be there)

dan sekarang aku tanya..
Apa kau pernah menyukai seseorang tapi dia tak tau bahkan kau malah diabaikan?
Aku pernah ya sekarang, padamu dan bahkan kau tak mau tau kan.

 Percaya atau tidak aku merasa bodoh.
 Ya, aku merasa bodoh saat ini. bodoh karna kamu belum tentu membaca tulisanku ini. 
tapi.. apa kamu tau? Dibalik rasa bodoh ini, terselip rasa percayaku pada tuhan yang amat besar.
“Aku percaya tuhan akan menyampaikan rindu ini padamu ”

Sesaat rindu itu belum sampai, biarkan aku menari. 
Menari didalam hujan yang menemaniku saat aku menulis tulisan ini.
 Biarkan, jangan sadarkan aku, sampai rindu ini hilang :”)

“Jikalau boleh. aku ingin bernyanyi sekali lagi. aku ingin bermimpi satu kali lagi sebelum aku menyadari bahwa kebahagiaan yang kurasakan itu akan hanya menjadi sebuah mimpi dan tidak lagi abadi.”

Jikalau boleh. aku ingin menyusun balok-balok kayu untuk membatasi dinding hati agar tak lagi dihampiri. iya.. tidak lagi dihampiri lalu disakiti. 
hingga pada akhirnya yang kupunya hanyalah kepingan tajam yang bisa saja melukaiku.

sekarang, aku berada disebuah kota besar dengan segala gemuruh klakson yang terdengar menguasai jalan. hiruk-pikuk ibu kota. 
kau tau? ini hampir saja membuatku gila. sedihnya aku sudah terbiasa akan hal itu. 
kaki-kaki ku mulai terasa lemah dengan beban yang kubawa. 

aku katakan sekali lagi. “aku hampir gila.” 
bukan. bukan karna lelah akan kesibukan yang mengikat erat padaku. 
namun karna tentang mimpi yang sedang kutatap lekat. namun tak bisa kugapai. 

aku tahu ini hal yang bodoh. aku menyayangi seseorang yang tak bisa kubaca pikirnya. 
kemudian aku hanya bisa menangis saat aku mulai merasa lelah tanpa tahu bagaimana cara agar aku bisa melepaskan angan dan mimpiku itu.
ingin kuberteriak “lepaskan, jangan bermain-main dengan pikiranku. jika saja kau mendengarku dan bukan mengabaikan, aku tidak akan menangis.”

kemudian aku tertunduk. lalu berkata kepada diriku dalam cermin 
”lihat. sebenarnya aku bisa saja pergi semauku. aku bisa saja melepaskan diri dari angan dan mimpiku. namun nyatanya aku tak mau. aku menyayanginya. mungkin aku hanya menunggu sampai ia mampu mendengarku, mengetahui arah suaraku tanpa harus kuberi tahu”

otak dan hatiku selalu saling menyalahkan.

otak: kamu bodoh! kamu hanya tinggal memberikan ruang ruang kosong itu kepada hati yang lain. 

hati: kamu juga bodoh! ini salahmu. kamu selalu melarangku merindukan dia. tapi kamu sendiri yang tak mau berhenti untuk memikirkan-nya.

kau tau?
 otak dan hati, keduanya saling berkaitan.
 dan mereka berdua terkalahkan oleh sosok-mu yang terlanjur bermain-main terlalu jauh didalam hati dan pikiranku.

tapi aku punya satu hal yang selalu menghapus kesedihanku ketika aku merindukanmu..
kamu tau itu apa?

"Aku punya waktu'"
waktu yang bisa membawa ku kembali melihat senyum mu walau hanya dan masih dalam mimpiku. 

memang..hal yang tak bisa dibohongi itu bernama "hati"

Ya, hati.
hati yang tidak bisa kalian sentuh secara langsung, namun sangat berpengaruh.

Kau tau? 
cerita diatas hanyalah khayalan-ku. 
khayalan bodoh yang tak mungkin bisa terjadi di dunia nyata, bukan?


Jangan tertawa saat membaca ini... 

jangan. kau boleh mengira aku gila, tapi jangan tertawa diatas tangisku.
Kau tak tau, saat menulis cerita bodoh ini, seperti ada luka yang menganga didada.

hanya dengan mengingatmu saja, aku merasa hidupku sempurna :)

Aku ingin sekali bertanya. 
yang mungkin tak pernah kau dengar?
Apakah salah satu alasan tuhan menciptakan aku di dunia ini untuk bertemu denganmu? 
untuk bertemu, mengenal, kemudian saling meninggalkan?

kalau iya. mengapa? 

"Mengapa aku?" 

Aku selalu bertanya-tanya seperti itu. seperti manusia bodoh.
bertanya tanpa mendapat jawaban. Berharap tanpa melihat kedepan.
dan aku pergi dengan 'diam' dan sedikit tangis yang tertahan.