aku berbisik pada
nuraniku tentu kau lah bentengku, kau lah dinding hatiku, aku bergeser dan
menatap langit disela jendelaku , andai kita satu langit disitu..
aku tak paham astronomi
tapi gugusan bintang setuju membentuk konstalasi rindu kala langitku dan
langitmu dipisahkan oleh waktu.
mungkin aku tidak tahu
semua tentang matematika, tapi setiap aku memikirkanmu dua kali duasatu
hasilnya selalu lima huruf sama dengan cinta.
aku tak butuh hitungan
karna rasaku tak bisa terhitung sampai kapanpun.
saat ini aku hanya
membawa bekal setumpuk keyakinan dan sekotak berisikan hati .
apa itu cukup untuk
menjelajahi waktu bersamamu?
sekalipun aku tak paham
akan ilmu apapun kecuali memahamimu
namun ingatlah selama
kita menjelajahi waktu tenang lah, didasar hatimu lah aku selalu jatuh .
jika surga memiliki nadi
maka kita adalah denyutnya .
kau pasti tersentak
heran membaca kataku?
sebab, bagaimana aku
tidak mencinta..
kata" mu menusuk
hingga relung dan batin ku.
apa ku bilang? kau pasti
bertanya?
surga bernadi dan kita
denyutnya?
haha..
apalah guna kalender tuk
menghitung hari
karna kau telah menjadi
detik yang kulewati dan segala musim untuk ku lalui .
sekarang..
kau terdiam?
hening?
aku mungkin tak selalu
tahu tentang otomotif
tapi namamu bisa selalu
ku sebut membalap apa saja siapa saja..
entah.. terbuat apa
dirimu?
ketika ku dengar namamu
thalamus di otakku tak berhenti menggambar wajah dan nadiku yang bergemuruh.
bumi berputar tapi aku
tak pusing karnanya,
berputar? biarlah karna
aku tak kan pusing karna hilang pandanganmu.
aku ingin mendengar
antrian kata yang berdesakkan di kepalamu..
haha.. mungkin aku
tercekik rindu
waktu dan ruang seakan
menghukum ku.
andai bumi tak berputar
andai waktu terhenti
aku menyalahkanmu..
kini paru-paruku hanya
sebesar 1 cm,
karna huruf-huruf katamu
berbaris seperti tentara, menyesakkan semua ucapan kata.
ya, tentu ini salahmu
jika esok matahari
memusuhiku karna hangat kata dan sapamu cukup membuatku melewati ribuan hari
tanpa pagi
dan aku masih
menyalahkanmu
kau menghentikan ku
dengan kalimat ajaib yang kau ucapkan
dan melodi indahku
terangkai karna mu
aku tak pernah
menanyakan apa itu cinta sampai kau datang dengan ribuan jawaban
ia, kau jawaban ku
bahkan atas pertanyaan yang belum pernah aku tanyakan.
karena aku yakin aku tak
lelah
yah..
ini detik aku akan
kembali lagi pada bayanganmu dimimpiku dan menggenggam hampa jemari yang
berjarak.
terimakasih bintang..

No comments:
Post a Comment