Wednesday, November 27, 2013

"langitku, langitmu = itu rindu"

aku berbisik pada nuraniku tentu kau lah bentengku, kau lah dinding hatiku, aku bergeser dan menatap langit disela jendelaku , andai kita satu langit disitu..

aku tak paham astronomi tapi gugusan bintang setuju membentuk konstalasi rindu kala langitku dan langitmu dipisahkan oleh waktu.

mungkin aku tidak tahu semua tentang matematika, tapi setiap aku memikirkanmu dua kali duasatu hasilnya selalu lima huruf sama dengan cinta.

aku tak butuh hitungan karna rasaku tak bisa terhitung sampai kapanpun.

saat ini aku hanya membawa bekal setumpuk keyakinan dan sekotak berisikan hati .
apa itu cukup untuk menjelajahi waktu bersamamu?

sekalipun aku tak paham akan ilmu apapun kecuali memahamimu
namun ingatlah selama kita menjelajahi waktu  tenang lah, didasar hatimu lah aku selalu jatuh .

jika surga memiliki nadi maka kita adalah denyutnya .
kau pasti tersentak heran membaca kataku?
sebab, bagaimana aku tidak mencinta..
kata" mu menusuk hingga relung dan batin ku.

apa ku bilang? kau pasti bertanya?
surga bernadi dan kita denyutnya?
haha..
apalah guna kalender tuk menghitung hari
karna kau telah menjadi detik yang kulewati dan segala musim untuk ku lalui .

sekarang..
kau terdiam?
hening?

aku mungkin tak selalu tahu tentang otomotif
tapi namamu bisa selalu ku sebut membalap apa saja siapa saja..

entah.. terbuat apa dirimu?
ketika ku dengar namamu thalamus di otakku tak berhenti menggambar wajah dan nadiku yang bergemuruh.

bumi berputar tapi aku tak pusing karnanya,
berputar? biarlah karna aku tak kan pusing karna hilang pandanganmu.

aku ingin mendengar antrian kata yang berdesakkan di kepalamu..
haha.. mungkin aku tercekik rindu
waktu dan ruang seakan menghukum ku.

andai bumi tak berputar
andai waktu terhenti

aku menyalahkanmu..
kini paru-paruku hanya sebesar 1 cm,
karna huruf-huruf katamu berbaris seperti tentara, menyesakkan semua ucapan kata.

ya, tentu ini salahmu
jika esok matahari memusuhiku karna hangat kata dan sapamu cukup membuatku melewati ribuan hari tanpa pagi

dan aku masih menyalahkanmu
kau menghentikan ku dengan kalimat ajaib yang kau ucapkan
dan melodi indahku terangkai karna mu

aku tak pernah menanyakan apa itu cinta sampai kau datang dengan ribuan jawaban
ia, kau jawaban ku bahkan atas pertanyaan yang belum pernah aku tanyakan.

karena aku yakin aku tak lelah

yah..
ini detik aku akan kembali lagi pada bayanganmu dimimpiku dan menggenggam hampa jemari yang berjarak.
terimakasih bintang..


No comments:

Post a Comment