Ada hal yang oranglain juga harus tau disaat
aku hanya bisa terdiam, saat aku hanya bisa mengucap doa kebaikan walaupun aku
tau ada orang yang membenciku teramat
sangat karna aku tak bisa menyukainya dan menjadikannya seseorang dihidupku.
Terakhir yang aku
tau dia mengatakan bahwa dia akan membuat ku sengsara, membuat aku tak kan
bahagia dan membuatku dibenci sama semua orang dan dia juga mau membuat
orangtuaku membenciku. Entah bagaimana tapi aku yakin dia memang berhasil
menyudutkan ku dihadapan semua orang tapi tidak dihadapan orangtua dan TUHAN .
Aku tak pernah
mengenal manusia sejahat dia,
Memang pernah dekat
sebagai teman dan aku hanya menganggapnya teman saja dan kalo dikatakan sayang
sama seperti aku menyayangi teman-teman ku yang lain.
Sekarang aku
bertanya pada kalian? Salahkah jika aku bahagia? Atau memang aku tak boleh
bahagia sampai dia bilang “haha..aku tak kan membuat kau bahagia dan akan terus
membuat semua orang membencimu”.
Salahkah aku bila aku menyukai orang dan itu bukan kau
seseorang yang aku berpikir baik namun ternyata seperti orang bermuka dua?
Salahkah jika aku
bersama dengan orang yang aku suka dan aku sayang, yang berjanji akan menjaga
ku dan menjaga amanah yang dikasih orangtuaku ke aku.
Aku menyayangi
seseorang itu dan kau ingin membuat ku tak kan bahagia,
Asal kau tau saja. Orang
yang paling berharga di duni adalah ayah dan ibundaku, sementara kau ingin
mereka membenciku? Kau tak kan bisa. Dan aku bilang lebih baik kau membunuhku
saja, karna bagiku mereka lebih dari segalanya,
Kau tau? Aku disini
berada jauh dari mereka dengan membawa dan diiringi doa sebagai semangat
dihari-hariku , namun mengapa kau begitu jahat.
Mengenal manusia
sepertimu seakan mengenal orang yang tak ingin ku kenal,
Tuhan... apa aku
salah menganggap semua orang di dunia baik, padahal faktanya tak semua baik,
semua hanya mendengarkan sepihak dan mereka tak kan tau karna aku hanya punya
Allah, orangtua tempat curhat ku yang aku yakin aku mampu tenang kuat , tegar dan bertahan.
Aku tak suka sama
kau teman, bisakah kau menerima keadaan? Diam dan kau terima karna hati itu tak
bisa dipaksakan, tapi kenapa kau malah ingin membuat orang membenciku? Dan aku
hanya bisa terdiam tanpa bisa berbuat sesuatu saat ku dengar kau menyeruakkan
omongan kasar dan omongan buruk tentangku .
Seandainya aku bisa
seperti Aisyah yang dengan kesabarannya bisa bertahan walau badai cobaan datang
salah satu peristiwa yang dialaminya adalah adanya berita bohong, yang kini
terjadi padaku dan itu semua dari bualmu teman, dari omong kosongmu. Aku ingin
setegar aisyah Tuhan.. aku ingin sesabar aisyah ya Allah.. aku juga ingin
berbicara kepada mereka semua tapi aku bisa apa, andai mereka semua bisa
kupercaya untuk membagi ceritaku dan aku bisa menyuarakannya kalian pasti tau,
aku sudah cukup lelah dengan keadaan yang ada, aku tau dia punya segalanya,
kepintaran dan semua yang dia punya pasti membuat orang percaya sementara aku? Aku
hanya bisa diam saja saat dia mengatakan kejelekan tentangku dihadapan jagad
raya.
Kau mau membenciku?
Itu hakmu, aku tak melarang, aku bahkan tak peduli dengan omonganmu kepada
mereka semua. Karena Allah selalu bersama ku, dan aku selalu mendoakan
kebaikanmu walau kau menjahatiku.
Kau tau, kenapa aku
tidak menyukaimu? Kenapa aku menghindarimu? Ada hal yang tak aku suka darimu. Aku
tak menyukaimu karna sesuatu yang tak mungkin ku ceritakan dan aku tak suka
padamu itu karna Allah. Karna Allah aku tak menyukaimu teman.
Aku pun tau semua
tentangmu dr teman-temanmu dan aku tak kan mungkin menyukai orang sepertimu.
Hanya lewat tulisan
aku bisa mengungkapkan kebenaran, sedangkan kau selalu mencari dan mengumpulkan
kesalahan yang membuat orang percaya padamu dengan menyebarkan isu dan
menghiasi berita-beritamu, menyebarluaskan gosip dan mencerai beraikannya.
Tuhan yang tau aku.
Tuhan maha tau saat kau menyudutkanku.
Aku tau mereka
semua terhasut omonganmu dan aku hanya bisa berdoa, lihat saja suatu hari nanti
di langit sana di akhirat sana. Tuhan yang akan membalas semuanya.
Allah.......
Aku hanya ingin
Allah memeluk selalu dengan ketabahan dan keimanan sehingga semua ucapan orang
yang membenciku membuatku bukan semakin drop malah semakin tegar dan kuat
menjalani kehidupan.
Aku tak bisa terus
terpojokkan, lelah dan apa yang kau mau teman?
Aku selalu
mendoakanmu saat kau terus-terusan menyerukan ceritamu...
Entah apa itu aku
sendiri tak tau, yang aku tau dari mereka, terus menerus membuat mereka percaya
dengan ceritamu.
ALLAHU AKBAR...
Allah maha besar,
Sesungguhnya aku
bisa setegar nabi yang saat dibenci bahkan diludah, nabi masih bisa terus baik
dengan orang yang melakukan kejahatan kepadanya dan selalu mendoakan.
Aku ingin sekuat
itu ya Allah..
Aku memaknai cerita
tentang Rasulullah dan Aisyah:
Saat Rasulullah
berkata kepada Aisyah “wahai Aisyah sesungguhnya berita tentang dirimu telah
sampai kepadaku dimana engkau begini dan begitu. Jika memang engkau orang yang
terbebas dari fitnah itu, maka Allah akan membebaskanmu. Dan jika memang engkau
berbuat dosa maka mohonlah ampunan kepada Allah serta bertaubatlah kepadaNYA.
Setelah Rasulullah
menyampaikan ucapannya, aisyah kemudian berkata :
Airmataku kini
telah menyusut hingga aku tidak merasa
setetespun keluar. Aku berkata kepada ayahku : wahai ayahku tolong jawablah
atas nama diriku pertanyaan Rasulullah. Begitu juga saat aisyah berkata pada
ibunya.
Kemudian Aisyah
berkata :
Sungguh demi Allah,
sebenarnya aku telah tahu bahwa kalian semua telah mendengarkan berita yang
ramai dibicarakan oleh orang-orang. Dan rupanya hati kalian telah tenang,
bahkan membenarkan apa yang dikatakan mereka itu. Dan sekiranya aku berkata
kepada kalian bahwa diriku terbebas dari sangkaan mereka itu. Dan demi Allah,
sesungguhnya aku bebas dari yang mereka ceritakan, niscaya kalian tidak
membenarkan aku atas apa yang mereka beritakan itu.
Dan sekiranya aku
berkata kepada kalian bahwa diriku benar-benar
terbebas dari sangkaan mereka itu.
Dan demi Allah, aku
tidak menemukan suatu kondisi yang tepat
untuk diriku dan untuk kalian semua, selain ucapan yang pernah diucapkan oleh
ayahnya nabi yusuf: “kalau begitu bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya dan
Allah jugalah yang dimohonkan pertolongan mengenai yang kamu katakan”.
(Qs.Yusuf:18)
Aku masih punya ayahbunda
orang yang sangat ku percaya , malaikat tanpa sayap yang selalu menguatkan.
Aku ingin
berteriak, hati ini lelah...
ya Allah bantu aku terus bertahan dan tetap tegar disini, karna aku sudah
sangat lelah, aku butuh sahabat tapi siapa?
Aku yakin aku mampu
melewati setiap cobaan dari-MU ya Allah karna Allah tak akan menguji hambanya
diluar kemampuan hambanya itu sendiri, dan semoga mata hati orang-orang terbuka
untuk tau siapa yang benar karna hanya Allah yang mampu menunjukkan keadilannya
di akhirat kelak, dan aku hanya bisa selalu mendoakan mereka yang berbuat jahat
dan mengatakan kejelekan yang tak pantas mereka lontarkan. Aku masih terus
percaya semua orang baik padahal tak semua orang demikian adanya.
Allah...
Aku hanya bisa
berharap saat mereka membaca tulisan ku ini yang entah itu kapan atau tidak
sama sekali, mereka tau siapa yang harusnya dibela bukan dipojokkan ataupun
disalahkan.
kesabaran, ketegaran dan aku yakin Allah
membuatku lebih tabah dan lebih memaknai makna yang sebenarnya dari kehidupan .