Aku suka bintang,
bintang yang bercahaya di langit. cahaya nya indah bahkan tak pernah redup dipandang mata walau tak semua bercahaya terang.
apa kau lihat bintang itu?
Ya, hati.
bintang yang bercahaya di langit. cahaya nya indah bahkan tak pernah redup dipandang mata walau tak semua bercahaya terang.
apa kau lihat bintang itu?
Bukan, bukan yang redup itu. Bintang
yang diujung sana. bintang yang paling terang. Itu dirimu..
Kau tau dan kau lihat? Jika kau tarik garis dari
bintang yang itu, lalu kau hubungkan dengan yang dibawah, lalu kau tarik lagi
ke bintang disampingnya, dan kau tarik lagi ke bintang yg pertama. ketiga
bintang itu akan membentuk 'segitiga', iya kan?
bagaimana menurutmu... Indah, bukan?
Bintang itu..
Mereka tidak lagi indah, jika ketiga
bintang itu menggambarkan cerita.
bisakah ku ibaratkan bintang milikku, milikmu, dan milik
yang lain...
apa kabarmu? -,-
Malam ini pukul 21.21 malam. sebenarnya
sudah sejak dua jam yang lalu aku membungkuk menatap layar laptopku. entah...
tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang penting yang aku lakukan selama dua jam
tadi.
yang kuingat, sejak dua jam itu juga
telingaku tak berhenti mendengarkan lagu "one more time, one more
chance" yang dinyanyikan oleh Yamazaki Masayoshi.
Aku memejamkan mata, mendengarkan
lagu itu seperti membawaku ke tempat itu.
Dimana aku bisa melihat senyummu, hanya melihat senyum mu dan kau begitu baik padaku.
one more time one more chance.
Sejak itu kau mungkin tak tau, lagu itu menjadi amat bermakna untukku.
Aku selalu
mendengarkan lagu itu. selalu.
dan tiba-tiba saja airmataku menetes
ketika lirik lagu itu sampai pada lirik:
itsudemo sagashiteiruyo (i'm always
searching for you)
dokka ni kimi no sugata wo ( always
searching for your figure)
kousaten demo, yume no naka demo (
at the intersection. in my dreams)
konna toko ni iru hazu mo nai noni
(even though i know you can't be there)
dan sekarang aku tanya..
Apa kau pernah
menyukai seseorang tapi dia tak tau bahkan kau malah diabaikan?
Aku pernah ya sekarang, padamu dan bahkan kau tak mau tau kan.
Percaya atau tidak aku merasa
bodoh.
Ya, aku merasa bodoh saat ini. bodoh karna kamu belum tentu membaca tulisanku ini.
tapi.. apa kamu tau? Dibalik rasa bodoh ini, terselip rasa percayaku pada tuhan
yang amat besar.
“Aku percaya tuhan akan menyampaikan
rindu ini padamu ”
Sesaat rindu itu belum sampai, biarkan aku menari.
Menari didalam hujan yang menemaniku saat aku menulis tulisan ini.
Biarkan, jangan sadarkan aku, sampai rindu ini hilang :”)
“Jikalau boleh.
aku ingin bernyanyi sekali lagi. aku ingin bermimpi satu kali lagi sebelum aku
menyadari bahwa kebahagiaan yang kurasakan itu akan hanya menjadi sebuah mimpi
dan tidak lagi abadi.”
Jikalau boleh. aku ingin menyusun
balok-balok kayu untuk membatasi dinding hati agar tak lagi dihampiri. iya.. tidak lagi dihampiri lalu disakiti.
hingga pada akhirnya yang kupunya hanyalah
kepingan tajam yang bisa saja melukaiku.
sekarang, aku berada disebuah kota besar dengan segala gemuruh klakson yang terdengar menguasai jalan. hiruk-pikuk ibu
kota.
kau tau? ini hampir saja membuatku gila. sedihnya aku sudah terbiasa akan hal itu.
kaki-kaki ku mulai terasa lemah
dengan beban yang kubawa.
aku katakan sekali lagi. “aku hampir
gila.”
bukan. bukan karna lelah akan
kesibukan yang mengikat erat padaku.
namun karna tentang mimpi yang sedang kutatap lekat. namun tak bisa
kugapai.
aku tahu ini hal yang bodoh. aku
menyayangi seseorang yang tak bisa kubaca pikirnya.
kemudian aku hanya bisa menangis
saat aku mulai merasa lelah tanpa tahu bagaimana cara agar aku bisa melepaskan angan dan mimpiku itu.
ingin kuberteriak “lepaskan, jangan bermain-main dengan pikiranku. jika saja kau mendengarku dan bukan
mengabaikan, aku tidak akan menangis.”
kemudian aku tertunduk. lalu berkata
kepada diriku dalam cermin
”lihat. sebenarnya aku bisa saja pergi semauku. aku bisa saja
melepaskan diri dari angan dan mimpiku. namun nyatanya aku tak mau. aku menyayanginya. mungkin aku hanya menunggu sampai ia
mampu mendengarku, mengetahui arah suaraku tanpa harus kuberi tahu”
otak dan hatiku selalu saling
menyalahkan.
otak: kamu bodoh! kamu hanya tinggal memberikan ruang
ruang kosong itu kepada hati yang lain.
hati: kamu juga bodoh! ini salahmu. kamu selalu
melarangku merindukan dia. tapi kamu sendiri yang tak mau berhenti untuk
memikirkan-nya.
kau tau?
otak dan hati,
keduanya saling berkaitan.
dan mereka berdua terkalahkan oleh sosok-mu yang
terlanjur bermain-main terlalu jauh didalam hati dan pikiranku.
tapi aku punya satu hal yang selalu
menghapus kesedihanku ketika aku merindukanmu..
kamu tau itu apa?
"Aku punya waktu'"
waktu yang bisa membawa ku kembali melihat senyum mu walau hanya dan masih dalam mimpiku.
memang..hal yang tak bisa dibohongi itu
bernama "hati"
Ya, hati.
hati yang tidak bisa kalian sentuh secara langsung,
namun sangat berpengaruh.
Kau tau?
Kau tau?
cerita diatas hanyalah khayalan-ku.
khayalan bodoh yang tak mungkin
bisa terjadi di dunia nyata, bukan?
Jangan tertawa saat membaca ini...
Jangan tertawa saat membaca ini...
jangan. kau boleh mengira aku gila,
tapi jangan tertawa diatas tangisku.
Kau tak tau, saat menulis cerita bodoh ini, seperti ada luka yang menganga didada.
hanya dengan mengingatmu saja, aku merasa hidupku sempurna :)
Kau tak tau, saat menulis cerita bodoh ini, seperti ada luka yang menganga didada.
hanya dengan mengingatmu saja, aku merasa hidupku sempurna :)
Aku ingin sekali bertanya.
yang mungkin tak pernah kau dengar?
Apakah
salah satu alasan tuhan menciptakan aku di dunia ini untuk bertemu denganmu?
untuk bertemu, mengenal, kemudian saling meninggalkan?
kalau iya. mengapa?
"Mengapa aku?"
Aku selalu bertanya-tanya seperti
itu. seperti manusia bodoh.
bertanya tanpa mendapat jawaban.
Berharap tanpa melihat kedepan.
dan aku pergi dengan 'diam' dan
sedikit tangis yang tertahan.

^__^
ReplyDeleteBAGUS BANGET, kena banget di aku........... aku juga punya kenangan dengan lagu ini soalnya :""( dan aku jadi ikutan nangis T_____T
ReplyDeletemakasih @anonymous tetap semangat ya, insya allah indah pada waktunya :)
ReplyDelete