ingat ceritaku tentang perjuangan seorang gadis melawan penyakit kankernya itu?
hari ini aku ingin meneruskan ceritaku lagi
tentang bagaimana perjuangan seorang gadis yang masih bertema sama :
"melawan
keganasan kanker darah"
anggap saja ini cerita part 1..
Dinginnya malam tak mengubah sedikitpun gerak
seorang gadis itu menulis, dia terus saja menulis mengembangkan karya yang
sangat dicintainya. sebut saja namanya Melati. Nama yang indah bukan, sesuai
dengan harapan kedua orangtuanya yang ingin dia seperti bunga yang tentu saja
bukan hanya wangi tapi selalu mekar artinya selalu tetap tegar, tak menyerah
dan makna tak layu pada bunga yang melambangkan anak itu tak kenal lelah
berjuang dan selalu putih jujur, tulus dan ikhlas.
Siapapun yang bertemu dengannya pun
akan merasakan ketenangan karna keramahannya terhadap sesama, tanpa pandang
mata dia tetap tersenyum kepada sekitarnya.
Hari demi hari terus berjalan tanpa
henti membuatnya semakin lemah dan harus tetap kuat, berdiam diri karna
memendam sakit yang tanpa satu orangpun tahu, hanya dia, dokter yang selalu
rutin didatanginya setiap bulan untuk mengontrol perkembangannya dan Allah yang
utama.
Hidup dengan obat, yang dia sendiri tak mau
meminumnya tapi harus karna jika tidak kematian yang akan menggerogotinya
secepat kilat, untuk mengulur waktu saja untuk bertahan.
Cita-citanya begitu tinggi sehingga dia terus
berjuang untuk meraihnya walau terkadang pusing yang teramat sangat datang
menyerang yang dia sendiri bingung menyembunyikan rasa sakitnya tapi sekali
lagi itu keharusan.
Mimisan, muntah.. sudah teramat sering, bahkan
wajah pucatnya pun tetap bisa tertutupi dengan keceriaannya.
Betapa riangnya ia terus berjalan meniti kehidupan
dengan kekuatan doa ia yakin semua akan berjalan sesuai kehendakNya, karna roda
kehidupan selalu berputar memang kadang diatas kadang dibawah tapi yang namanya
berjuang itu tanpa henti dia tetap berusaha sekuat tenaga nya.
Kelak dia ingin membuat orang yang disayangnya
bangga dan tersenyum sebelum dia tiada, dia ingin membagi cerita indahnya suatu
saat walau hanya berupa tulisan yang bisa memotivasi orang disekitarnya, bukan
hanya berdiam diri terpaku tak mau bangkit melawan sang waktu yang tak hanya
diam.
Betapa bangganya ia ketika ia bisa membuat
oranglain tersenyum, betapa sedihnya ia ketika ia menyadari rasa sakit yang
terus saja mengganggu akivitasnya namun keyakinan bahwa ia mampu melalui itu
ada meskipun jauh dari harapan yang ia ingin.
Melati, nama yang indah bukan?
ia indah jika dia tetap tersenyum secantik namanya.
Melati mempunyai seseorang yang begitu di
cintainya, walaupun terkadang ia harus rela saat ia akan pergi meninggalkan
seseorang itu selamanya namun dihatinya begitu tulus mencintai seseorang itu,
ia ingat bahwa cinta didunia itu tidaklah abadi karna terpisahkan kematian
namun disana disurganya Allah akan ada keabadian yang sesungguhnya jika
ketulusan itu ada.
kadang ia bersedih mengapa ia dipertemukan dengan
seseorang yang begitu baik sehingga ia harus berusaha untuk membuat seseorang
itu sedikit demi sedikit tak mempedulikannya, memarahinya, sehingga suatu saat
seseorang itu bisa melepas kepergiannya tanpa kesedihan tanpa airmata,
menyedihkan bukan?
hidup yang begitu singkat, harapan yang begitu
besar tak mengalahkan niat dan tekatnya dalam berjuang walau terkadang jatuh
tapi terus bangkit lagi jatuh dan bangkit lagi.
taukah kalian bagaimana dia menghadapi kenyataan
jika ia harus menderita penyakit itu?
dia sendiri hanya terus bersyukur karna keadaan
sehat ataupun sakit semua itu adalah pemberian dr Allah, ia jadi semakin dekat
denganNya. itu yang tak pernah lelah ia ingat dan menambah semangat.
suatu saat dia ingin mengubah semua dunia menjadi
tawa tanpa ada sedih susah walaupun memang banyak ujian dalam hidup :)
" semua pergi menghadap
Ilahi , jika dunia yang dicari tak ada yang berarti dan tak kan dibawa
mati, dunia sementara, akhirat selama-lamanya"
hari ini aku ingin meneruskan ceritaku lagi tentang bagaimana perjuangan seorang gadis yang masih bertema sama :
"melawan keganasan kanker darah"
anggap saja ini cerita part 1..
Dinginnya malam tak mengubah sedikitpun gerak seorang gadis itu menulis, dia terus saja menulis mengembangkan karya yang sangat dicintainya. sebut saja namanya Melati. Nama yang indah bukan, sesuai dengan harapan kedua orangtuanya yang ingin dia seperti bunga yang tentu saja bukan hanya wangi tapi selalu mekar artinya selalu tetap tegar, tak menyerah dan makna tak layu pada bunga yang melambangkan anak itu tak kenal lelah berjuang dan selalu putih jujur, tulus dan ikhlas.
Hidup dengan obat, yang dia sendiri tak mau meminumnya tapi harus karna jika tidak kematian yang akan menggerogotinya secepat kilat, untuk mengulur waktu saja untuk bertahan.
Cita-citanya begitu tinggi sehingga dia terus berjuang untuk meraihnya walau terkadang pusing yang teramat sangat datang menyerang yang dia sendiri bingung menyembunyikan rasa sakitnya tapi sekali lagi itu keharusan.
Mimisan, muntah.. sudah teramat sering, bahkan wajah pucatnya pun tetap bisa tertutupi dengan keceriaannya.
Betapa riangnya ia terus berjalan meniti kehidupan dengan kekuatan doa ia yakin semua akan berjalan sesuai kehendakNya, karna roda kehidupan selalu berputar memang kadang diatas kadang dibawah tapi yang namanya berjuang itu tanpa henti dia tetap berusaha sekuat tenaga nya.
Kelak dia ingin membuat orang yang disayangnya bangga dan tersenyum sebelum dia tiada, dia ingin membagi cerita indahnya suatu saat walau hanya berupa tulisan yang bisa memotivasi orang disekitarnya, bukan hanya berdiam diri terpaku tak mau bangkit melawan sang waktu yang tak hanya diam.
Betapa bangganya ia ketika ia bisa membuat oranglain tersenyum, betapa sedihnya ia ketika ia menyadari rasa sakit yang terus saja mengganggu akivitasnya namun keyakinan bahwa ia mampu melalui itu ada meskipun jauh dari harapan yang ia ingin.
Melati, nama yang indah bukan?
ia indah jika dia tetap tersenyum secantik namanya.
Melati mempunyai seseorang yang begitu di cintainya, walaupun terkadang ia harus rela saat ia akan pergi meninggalkan seseorang itu selamanya namun dihatinya begitu tulus mencintai seseorang itu, ia ingat bahwa cinta didunia itu tidaklah abadi karna terpisahkan kematian namun disana disurganya Allah akan ada keabadian yang sesungguhnya jika ketulusan itu ada.
kadang ia bersedih mengapa ia dipertemukan dengan seseorang yang begitu baik sehingga ia harus berusaha untuk membuat seseorang itu sedikit demi sedikit tak mempedulikannya, memarahinya, sehingga suatu saat seseorang itu bisa melepas kepergiannya tanpa kesedihan tanpa airmata, menyedihkan bukan?
hidup yang begitu singkat, harapan yang begitu besar tak mengalahkan niat dan tekatnya dalam berjuang walau terkadang jatuh tapi terus bangkit lagi jatuh dan bangkit lagi.
taukah kalian bagaimana dia menghadapi kenyataan jika ia harus menderita penyakit itu?
dia sendiri hanya terus bersyukur karna keadaan sehat ataupun sakit semua itu adalah pemberian dr Allah, ia jadi semakin dekat denganNya. itu yang tak pernah lelah ia ingat dan menambah semangat.
suatu saat dia ingin mengubah semua dunia menjadi tawa tanpa ada sedih susah walaupun memang banyak ujian dalam hidup :)

No comments:
Post a Comment