Tuesday, March 18, 2014

.......

Jika kamu sedang membaca tulisan-tulisan sederhana ini,
 maka, kamu harus membayangkan kamu sedang menatap hamparan bintang yang berkelip diatas langit malam terlebih dahulu...

sudah?

Baiklah,
aku ingin menceritakan sedikit cerita yang terbesit di pikiranku beberapa waktu lalu.
Disaat aku berjalan sendiri dimalam hari, tidak melakukan apa-apa selain berjalan perlahan sambil mendengarkan instrumental "One more time one more chance" : Yamazaki Masayoshi.

Sejak awal perjalanan, earphone berwarna hijau itu menempel di telinga tanpa pernah terlepas, itu sebabnya aku tidak bisa terlalu jelas mendengar para pengendara yang seenaknya membunyikan klakson ditengah-tengah keadaan jalan yang sedang macet, namanya juga ibukota bermacet ria berbeda dengan disana :D

Aku senyum-senyum sendiri saat itu,
Aku punya duniaku sendiri. Malam itu dunia punyaku!!  


Aku senang berjalan-jalan sendiri waktu itu. pergi ke sebuah perpustakaan kecil yang terletak tepat disamping mesjid dan mie ayam enak kata orang sekitarnya, perpustakaan dengan buku-buku yang didapat dari kumpulan-kumpulan buku atau buku yang bermanfaat buat mereka disekitarnya.
Buku-buku yang akan berubah menjadi gumpalan emas ditangan setiap pembacanya. 
Seperti buku-buku itu, saat ini aku merasa seperti mereka... *hmm
Aku pernah merasa tersisihkan.
Hingga aku memutuskan untuk tidak mempercayai siapa-siapa lagi, selain buku yang kubaca dan cerita yang kutulis. serta khayalan yang ku pikirkan.
Apakah ini benar? Kau percaya? haha.. tentu saja tidak, namun saat ini, aku hanya ingin melakukan itu. menjaga asaku yang ingin menjauh menerobos waktu. andai ada pintu doraemon ingin ku pinjam mesin waktu untuk pergi kemana saja tempat yang ingin ku tuju atau sekedar pulang pergi ketempat tinggalku yang sekarang jauh terbataskan pulau.. -__-' berandai saja. :)

Di malam-malam sebelumnya, hal yang sering membuatku tersenyum ialah membayangkan tentang bintang dilangit sana, karna aku bisa membayangkan mereka yang meski berjauhan tapi tetap dan selalu bersinar terang. dihatiku, tentunya.

yang kutahu, bintang adalah benda yang terlihat kecil meski kenyataannya ia sangat besar.
Bintang adalah hal kecil yang bisa semua orang tersenyum ketika menatapnya,
meskipun bintang berkelip ketika malam datang dan menghilang kala pagi menjelang.
meskipun bintang hanya ada di waktu-waktu tertentu tapi bintang tetaplah yang paling bersinar terang. 

Pernahkah, kau menjadikan aku sebagai Bintangmu?
yang berkelip di dunia mu, yang bisa buatmu tersenyum ketika menatapku...
kalau aku, sudah jelas menjadikanmu bintang semenjak kau meminta izin ingin menjadikan dirimu sebagai bintang itu.. haha kenapa aku ini -_________-'

Maka, aku menatap keatas. ketempat dimana seharusnya bintang-bintang itu berada.
Dahi ku lantas  mengerut...mereka tak ada disana. langit diatas sana tak lagi terlihat sama seperti sewaktu aku kecil dulu.

Bintang-bintang itu tak ada. Yang aku lihat hanya 'Hampa'.

Aku bertanya-tanya, apa yang menghapusnya? Apakah Bintang itu sudah menjauh dari Bumi?

Dengan perlahan aku menatap ke sekeliling. ke hingar-bingar kota yang sangat terang. lalu aku mendapat jawabnya.
ternyata, Bintang-bintang itu bersembunyi karna Lampu Kota. cahaya nya tak lagi terlihat sama, lantas apa yang membuat bintang-bintang itu bersembunyi?

Apakah, Bintang itu bersembunyi karena lelah? Lelah bersinar tanpa pernah ditatap lagi. 
Mungkin benar, Sang Bintang cemburu, cemburu dengan Lampu Kota yang ada diseluruh penjuru Bumi. ia cemburu karena merasa tidak membutuhkan cahaya nya lagi. cemburu karena kelip nya tak penting lagi.

Dan...
Bintang yang berada jauh diatas sana. menatap Bumi dari kejauhan dan bersembunyi dibalik awan. menatap Bumi yang amat sangat terang dengan cahaya baru nya, Lampu Kota yang menyebalkan.
Sejak kapan Lampu Kota menggantikan Bintang? ah tidak akan.
Apakah Bintang benar-benar bisa tergantikan? tidak akan.

tak kan ku biarkan Bintang bersembunyi selamanya tapi ku biarkan Bintang menunggu hingga saatnya ia kembali ada.
Lampu Kota sudah tidak bisa menerangi Bumi, Jika Lampu Kota padam selamanya, maka aku akan menjadikan Bintang itu seutuhnya dan akan tetap menerangi Bumi.

menjadi Bintang di saat "Sekarang dan Suatu Hari Nanti"..

Tapi Bintang akan selalu ada. percayalah, Bintang menjaga kelipnya untuk sang Bumi.
akan selalu ada. Akan tetap ada. aku yang menatapmu saat ini, dari kejauhan.

Karena Bintang kadang hanya bersembunyi, menyendiri dan menatap Bumi. Hingga kelipnya bisa bersinar lagi.

No comments:

Post a Comment