Ada bintang dan
pelangi dilangit sana yang menyatukan hatinya disaat semua orang berkata tak
mungkin karna bagaimana bisa, pelangi hanya ada disaat hujan reda dan bintang
hanya ada saat malam tiba, tapi bersamamu semua menjadi nyata.
Entah ribuan kata,
entah jutaan makna atau sekedar lewat seperti angin yang mampir begitu saja saat kau
mengartikan tulisan demi tulisan yang tiada berguna.
Bagaimana aku tidak
tersenyum ketika bintang dilangit sana selalu menghadirkan cahaya yang tak ada
habisnya meski gelap menutupi cahaya terangnya.
Bagaimana aku tidak
tersenyum ketika bintang dilangit sana selalu menghadirkan kejutan-kejutan
disetiap hari-hari yang dilewatinya.
Indahnya, sungguh tak pernah ada
akhirnya.....
“Apa boleh aku
menangis haru sebentar saja, dibahumu...”
Bisa kau jelaskan,
mengapa kau begitu mudah menjadi alasan disetiap senyuman yang ku kembangkan?
Kalau dengan
mengenalmu, aku jauh lebih baik, maka lanjutkan. Atau kalau bersama denganku
kamu merasa jauh lebih baik, maka teruskan. Apa mungkin kau selalu melihat apa
yang kulihat? Kita.
Banyak hal yang tak
bisa ku ungkap dengan suara, hanya kata-kata yang bisa mewakilinya, ini pun
bagimu mungkin tak seberapa.
Aku percaya semua
terjadi atas kehendak Tuhan, kebahagiaan yang selalu tersirat dalam doaku
adalah kebahagiaan yang tanpa ada akhirnya tanpa ada ujung ataupun titik
temunya, karna dengan begitu aku berharap bisa melengkungkan senyuman dari
wajahmu. Yah cukup senyumanmu yang membuatku semangat selalu tanpa ragu melangkahkan
kakiku J
yang ku harapkan hanyalah kau,
yang ku harapkan hanyalah kau,
Seseorang yang tak
hanya memberi rasa aman tapi juga nyaman. Seseorang yang tak sekadar membuat
pernyataan tapi juga pertanggungjawaban. Seseorang yang tak pernah mengubahku
menjadi diriku yang lain. Seseorang yang selalu membantuku untuk terus bergeser
kearah kanan.
Jadi..
Aku hanya perlu
bukti bahwa kamu harus tetap disini, menetap dihati.
Tak egois kan?
Sebab kita sudah
membuat janji, tak kan pernah saling melepaskan genggam kecuali Tuhan sendiri
yang menginginkan.
Tapi..
Suatu saat aku
pasti punya ketakutan dihatiku, mengintip celah-celah masa lampau.
Kau tahu, sayang? Hanya
karna aku merasa begitu khawatir membuatmu merindukan yang selain aku, selain
mereka yang juga dalam hatimu. Karna aku ingin menjadi nomer kesekian saja
dideretan hatimu.
Bukan..bukan
maksudku dari yang lain.
Tapi deretan
kesekian setelah Tuhan, keluargamu barulah aku...
Kau setujukan
pendapatku?
Bukan aku ragu,
hanya saja terkadang aku jadi begitu manusiawi.
Menginginkanmu selalu
berada disini, padahal... katamu, kamu hanyalah manusia yang seharusnya
kugantungkan semua harapan bukan padamu kan? Tapi pada Tuhan yang menggenggam
takdir untukku.
Maaf, jika aku
terlanjur mengindahkan mimpi-mimpiku.
Maaf, jika aku
salah meletakkan semua beban di pundakmu, lalu kamu merasa berat karena itu....
Aku selalu ingin
memelukmu dalam doaku agar kau tahu betapa kau tak perlu khawatirkan apapun
sebab karna apapun yang terjadi aku ada disekitar hatimu. Karna, sesulit apapun
denganmu, aku tak kan mungkin begitu saja pergi meninggalkanmu.
Kau tahu kan?
Aku percaya, kamu jauh lebih hebat dari yang ku kira. Aku yakin,
kamu jauh lebih sabar dari yang ku duga. Bila pikiranku adalah suatu kesalahan
pun, dengan bersama kita buat segalanya jadi benar.
Katamu, semestinya
kita perbaiki bersama.
Jadi.. ingatkan
aku, peringatkan aku ketika aku salah memperlakukanmu. Ingatkan aku yang masih
sering lupa tuk menjaga lelahmu. Lalu ajari aku tuk mengerti semuanya, karna
aku wanita yang terkadang juga tak bisa paham apa keinginanmu. Ajari aku tuk
bersabar menunggumu jika waktu menjauhkan jarak antara aku dan kamu. Ajari aku
tuk menjadi seseorang yang selalu kau butuhkan setiap waktu, bukan maksudku
mengganggu tapi aku ingin selalu jadi penyemangat juga disetiap harimu.
Genggam
tanganku, sebab dalam keadaan apapun, aku yang tak bisa apa-apa ini hanya akan
selalu ada untukmu.
“Ajak aku tuk terus
bersamamu sampai akhir waktu, sebab aku tak mau selain kamu”
Kebersamaan sudah membuat
segalanya jadi lebih sempurna. Berbagi waktu, celoteh sederhana, tatap mata,
dan senyummu yang terkadang datar itu mengindahkan hari-hariku.
Bahagia, memang
begitu sederhana ketika kau didekatku. Darimu pula ku temukan hakekat merindu. Bahwa
rindu bukan seberapa jauhnya jarak, bukan soal berapa lama nanti kau dan aku
tak kan bertemu. Tapi karna dalamnya cinta yang ku rasakan untukmu. Sebab, kamu
yang menghadirkan ketenangan disini, yah
dihati. Yang tak kan pernah bisa ku tukar dengan apapun, kecuali kebersamaan
yang tak pernah ingin ku akhiri kecuali saat kematianku dan dengan pengharapan
disana ku bisa bertemu denganmu dan bersama mu lagi.
“dan dalam doa, selalu
ku meminta pada Tuhan semoga bahagia denganmu tak kan pernah menemui akhirnya”
Ku temui hidupku
dalam setiap langkah kakimu dalam doa dan pengharapan.
Kutemui aku dalam dirimu .

