Friday, December 06, 2013

‘ bintang dan pelangi ditanggal 6 yang tak ada akhir kehidupan ‘

Ada bintang dan pelangi dilangit sana yang menyatukan hatinya disaat semua orang berkata tak mungkin karna bagaimana bisa, pelangi hanya ada disaat hujan reda dan bintang hanya ada saat malam tiba, tapi bersamamu semua menjadi nyata.

Entah ribuan kata, entah jutaan makna atau sekedar lewat seperti angin yang mampir begitu saja saat kau mengartikan tulisan demi tulisan yang tiada berguna.

Bagaimana aku tidak tersenyum ketika bintang dilangit sana selalu menghadirkan cahaya yang tak ada habisnya meski gelap menutupi cahaya terangnya.
Bagaimana aku tidak tersenyum ketika bintang dilangit sana selalu menghadirkan kejutan-kejutan disetiap hari-hari yang dilewatinya.

Indahnya, sungguh tak pernah ada akhirnya.....


“Apa boleh aku menangis haru sebentar saja, dibahumu...”
Bisa kau jelaskan, mengapa kau begitu mudah menjadi alasan disetiap senyuman yang ku kembangkan?
Kalau dengan mengenalmu, aku jauh lebih baik, maka lanjutkan. Atau kalau bersama denganku kamu merasa jauh lebih baik, maka teruskan. Apa mungkin kau selalu melihat apa yang kulihat? Kita.

Banyak hal yang tak bisa ku ungkap dengan suara, hanya kata-kata yang bisa mewakilinya, ini pun bagimu mungkin tak seberapa.

Aku percaya semua terjadi atas kehendak Tuhan, kebahagiaan yang selalu tersirat dalam doaku adalah kebahagiaan yang tanpa ada akhirnya tanpa ada ujung ataupun titik temunya, karna dengan begitu aku berharap bisa melengkungkan senyuman dari wajahmu. Yah cukup senyumanmu yang membuatku semangat selalu tanpa ragu melangkahkan kakiku J

yang ku harapkan hanyalah kau,
Seseorang yang tak hanya memberi rasa aman tapi juga nyaman. Seseorang yang tak sekadar membuat pernyataan tapi juga pertanggungjawaban. Seseorang yang tak pernah mengubahku menjadi diriku yang lain. Seseorang yang selalu membantuku untuk terus bergeser kearah kanan.

Jadi..
Aku hanya perlu bukti bahwa kamu harus tetap disini, menetap dihati.
Tak egois kan?
Sebab kita sudah membuat janji, tak kan pernah saling melepaskan genggam kecuali Tuhan sendiri yang menginginkan.

Tapi..
Suatu saat aku pasti punya ketakutan dihatiku, mengintip celah-celah masa lampau.
Kau tahu, sayang? Hanya karna aku merasa begitu khawatir membuatmu merindukan yang selain aku, selain mereka yang juga dalam hatimu. Karna aku ingin menjadi nomer kesekian saja dideretan hatimu.
Bukan..bukan maksudku dari yang lain.
Tapi deretan kesekian setelah Tuhan, keluargamu barulah aku...

Kau setujukan pendapatku?

Bukan aku ragu, hanya saja terkadang aku jadi begitu manusiawi.
Menginginkanmu selalu berada disini, padahal... katamu, kamu hanyalah manusia yang seharusnya kugantungkan semua harapan bukan padamu kan? Tapi pada Tuhan yang menggenggam takdir untukku.
Maaf, jika aku terlanjur mengindahkan mimpi-mimpiku.
Maaf, jika aku salah meletakkan semua beban di pundakmu, lalu kamu merasa berat karena itu....

Aku selalu ingin memelukmu dalam doaku agar kau tahu betapa kau tak perlu khawatirkan apapun sebab karna apapun yang terjadi aku ada disekitar hatimu. Karna, sesulit apapun denganmu, aku tak kan mungkin begitu saja pergi meninggalkanmu.

Kau tahu kan?
Aku percaya,  kamu jauh lebih hebat dari yang ku kira. Aku yakin, kamu jauh lebih sabar dari yang ku duga. Bila pikiranku adalah suatu kesalahan pun, dengan bersama kita buat segalanya jadi benar.

Katamu, semestinya kita perbaiki bersama.
Jadi.. ingatkan aku, peringatkan aku ketika aku salah memperlakukanmu. Ingatkan aku yang masih sering lupa tuk menjaga lelahmu. Lalu ajari aku tuk mengerti semuanya, karna aku wanita yang terkadang juga tak bisa paham apa keinginanmu. Ajari aku tuk bersabar menunggumu jika waktu menjauhkan jarak antara aku dan kamu. Ajari aku tuk menjadi seseorang yang selalu kau butuhkan setiap waktu, bukan maksudku mengganggu tapi aku ingin selalu jadi penyemangat juga disetiap harimu. 
Genggam tanganku, sebab dalam keadaan apapun, aku yang tak bisa apa-apa ini hanya akan selalu ada untukmu.

“Ajak aku tuk terus bersamamu sampai akhir waktu, sebab aku tak mau selain kamu”

Kebersamaan sudah membuat segalanya jadi lebih sempurna. Berbagi waktu, celoteh sederhana, tatap mata, dan senyummu yang terkadang datar itu mengindahkan hari-hariku.
Bahagia, memang begitu sederhana ketika kau didekatku. Darimu pula ku temukan hakekat merindu. Bahwa rindu bukan seberapa jauhnya jarak, bukan soal berapa lama nanti kau dan aku tak kan bertemu. Tapi karna dalamnya cinta yang ku rasakan untukmu. Sebab, kamu yang menghadirkan ketenangan  disini, yah dihati. Yang tak kan pernah bisa ku tukar dengan apapun, kecuali kebersamaan yang tak pernah ingin ku akhiri kecuali saat kematianku dan dengan pengharapan disana ku bisa bertemu denganmu dan bersama mu lagi.

“dan dalam doa, selalu ku meminta pada Tuhan semoga bahagia denganmu tak kan pernah menemui akhirnya”

Ku temui hidupku dalam setiap langkah kakimu dalam doa dan pengharapan.
Kutemui aku dalam dirimu .