"jarak"
Sebelum aku menggoreskan tinta ini padamu, ku mohon berjanjilah..
Berjanjilah bahwa kau akan menyampaikan surat ini kepadanya..
entah bagaimana caranya, entah lewat angin, udara atau bisikan aja...
Sampaikan setiap baris berisi pesan tentang rasa kerinduanku.
Tentang rindu yang terus-terusan menyeruak didalam asa ku. Dan aku juga... dan aku juga ingin menitipkan peluk hangatku, untuknya.. ayah ibunda ku.. yang berada jauh disana.
di jarak yang selalu ingin aku hancurkan sejak aku menyadari bahwa sepenuhnya aku takkan mampu melupakan setiap peluk dan ciuman hangat yang mendarat dikeningku..
Berjanjilah bahwa kau akan menyampaikan surat ini kepadanya..
entah bagaimana caranya, entah lewat angin, udara atau bisikan aja...
Sampaikan setiap baris berisi pesan tentang rasa kerinduanku.
Tentang rindu yang terus-terusan menyeruak didalam asa ku. Dan aku juga... dan aku juga ingin menitipkan peluk hangatku, untuknya.. ayah ibunda ku.. yang berada jauh disana.
di jarak yang selalu ingin aku hancurkan sejak aku menyadari bahwa sepenuhnya aku takkan mampu melupakan setiap peluk dan ciuman hangat yang mendarat dikeningku..
Dan kepadamu, Jarak..
Aku marah sekali padamu. Kau tahu, kan? Kau tahu kan kalau aku sangat membencimu??
Aku sangat-sangat membencimu. Hingga aku menutup telingaku ketika ada segelintir orang yang berbicara tentangmu.
Tentang dirimu yang memisahkan aku dengan orang yang teramat penting didalam hidupku.
Tentang dirimu yang memisahkan aku dengan orang yang teramat penting didalam hidupku.
Orang itu penting, penting karena ialah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa bahwa kebahagiaan itu memang benar-benar tercipta untukku. Hanya untukku..
Kebahagiaan yang aku punya, yang ayah ibunda punya, yang tak ada hentinya membuat hidupku sempurna. Dan tiba-tiba... kenyataan membawaku pada realita yang memberitahukan bahwa jarak memang memisahkan sesaat aku dan mereka..
apa kau tahu? Sebenci apapun aku padamu (jarak)??
namun kenyataannya... dirimulah yang membuat rinduku untuknya tak pernah berlalu, semakin lama tak bertemu, semakin lama ku tak menatap mata itu, rinduku semakin tumbuh.. hingga nanti saat pertemuan, betapa bahagia nya yg akan ku rasakan walau harus berjuang demi cita-cita dan melawan jarak namun aku yakin dengan doa mu semangat ku tak pernah layu..
namun kenyataannya... dirimulah yang membuat rinduku untuknya tak pernah berlalu, semakin lama tak bertemu, semakin lama ku tak menatap mata itu, rinduku semakin tumbuh.. hingga nanti saat pertemuan, betapa bahagia nya yg akan ku rasakan walau harus berjuang demi cita-cita dan melawan jarak namun aku yakin dengan doa mu semangat ku tak pernah layu..
Dan untukmu ayah ibundaku..
Ya, kalian ayah ibunda ku... Orang yang selalu menjadi bagian dimana jika ayah dan bunda menghilang tanpa kabar, message ataupun telpon saja, aku sudah khawatir dan mencemaskan, bagaimana tidak?? aku merasa hidupku tak lagi sesempurna saat ayah dan bunda selalu bersama ku disana. Tak sebahagia waktu itu, dan tak membentangkan senyum bahagia-ku.
Ya, kalian ayah ibunda ku... Orang yang selalu menjadi bagian dimana jika ayah dan bunda menghilang tanpa kabar, message ataupun telpon saja, aku sudah khawatir dan mencemaskan, bagaimana tidak?? aku merasa hidupku tak lagi sesempurna saat ayah dan bunda selalu bersama ku disana. Tak sebahagia waktu itu, dan tak membentangkan senyum bahagia-ku.
Aku ingin sekali bertemu..
mungkin nanti suatu hari saat aku bisa membuatmu tersenyum kepadaku, tersenyum haru dan bangga karna ananda kecilmu ini...
masih terus berputar dalam ingatan. Ya, ingatanku.
Kadang aku kesepian tanpa nasehat langsung darimu, kadang airmataku jatuh saat ku dengar suaramu dari seberang sana, kadang aku selalu ingin tau apa yang terjadi padamu setiap detailnya namun anandamu ini hanya bisa mendoakan seperti halnya ayah ibunda disana yang selalu mendoakan kuu...
Aku takut bersenang-senang sendiri dalam lamunanku yang membawa ingatan indah dan seketika jarak kembali membuyarkan lamunanku...
"Aku takut jika suatu hari nanti, ada yang menyadarkanku bahwa ternyata aku sendirian disini."
Aku takut bersenang-senang sendiri dalam lamunanku yang membawa ingatan indah dan seketika jarak kembali membuyarkan lamunanku...
"Aku takut jika suatu hari nanti, ada yang menyadarkanku bahwa ternyata aku sendirian disini."
really, aku merindukan ayahbunda dan adikku -__-'
tapi aku yakin sejauh apapun jarak yg ku tempuh mereka selalu bersama ku, didalam hati ku..
doa ayah ibunda adalah semangat bagi ananda..
tapi aku yakin sejauh apapun jarak yg ku tempuh mereka selalu bersama ku, didalam hati ku..
doa ayah ibunda adalah semangat bagi ananda..
pikir kata ini: "Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur"
dan disini ketika aku tidak mampu berdiri sendiri, selalu ada super hero yg hebat & luar biasa yang selalu mengulurkan tangannya untuk membantu ku berdiri...
"Mereka bukan Superman, Spiderman, Batman atau Ironman"
"Tapi aku memanggil mereka KELUARGA & SAHABAT" :)
^___^'


