Thursday, December 20, 2012

"JARAK"



"jarak"
Sebelum aku menggoreskan tinta ini padamu, ku mohon berjanjilah..
Berjanjilah bahwa kau akan menyampaikan surat ini kepadanya..
entah bagaimana caranya, entah lewat angin, udara atau bisikan aja...
Sampaikan setiap baris berisi pesan tentang rasa kerinduanku.
Tentang rindu yang terus-terusan menyeruak didalam asa ku. Dan aku juga... dan aku juga ingin menitipkan peluk hangatku, untuknya.. ayah ibunda ku.. yang berada jauh disana.
di jarak yang selalu ingin aku hancurkan sejak aku menyadari bahwa sepenuhnya aku takkan mampu melupakan setiap peluk dan ciuman hangat yang mendarat dikeningku..

Dan kepadamu, Jarak..
Aku marah sekali padamu. Kau tahu, kan? Kau tahu kan kalau aku sangat membencimu??
Aku sangat-sangat membencimu. Hingga aku menutup telingaku ketika ada segelintir orang yang berbicara tentangmu.
Tentang dirimu yang memisahkan aku dengan orang yang teramat penting didalam hidupku.
Orang itu penting, penting karena ialah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa bahwa kebahagiaan itu memang benar-benar tercipta untukku. Hanya untukku..
Kebahagiaan yang aku punya, yang ayah ibunda punya, yang tak ada hentinya membuat hidupku sempurna. Dan tiba-tiba... kenyataan membawaku pada realita yang memberitahukan bahwa jarak memang memisahkan sesaat aku dan mereka..  

apa kau tahu? Sebenci apapun aku padamu (jarak)??
namun kenyataannya... dirimulah yang membuat rinduku untuknya tak pernah berlalu, semakin lama tak bertemu, semakin lama ku tak menatap mata itu, rinduku semakin tumbuh.. hingga nanti saat pertemuan, betapa bahagia nya yg akan ku rasakan walau harus berjuang demi cita-cita dan melawan jarak namun aku yakin dengan doa mu semangat ku tak pernah layu..

Dan untukmu ayah ibundaku..
Ya, kalian ayah ibunda ku... Orang yang selalu menjadi bagian dimana jika ayah dan bunda menghilang tanpa kabar, message ataupun telpon saja, aku sudah khawatir dan mencemaskan, bagaimana tidak?? aku merasa hidupku tak lagi sesempurna saat ayah dan bunda selalu bersama ku disana. Tak sebahagia waktu itu, dan tak membentangkan senyum bahagia-ku.

Aku ingin sekali bertemu..
mungkin nanti suatu hari saat aku bisa membuatmu tersenyum kepadaku, tersenyum haru dan bangga karna ananda kecilmu ini...
masih terus berputar dalam ingatan. Ya, ingatanku. 

Kadang aku kesepian tanpa nasehat langsung darimu, kadang airmataku jatuh saat ku dengar suaramu dari seberang sana, kadang aku selalu ingin tau apa yang terjadi padamu setiap detailnya namun anandamu ini hanya bisa mendoakan seperti halnya ayah ibunda disana yang selalu mendoakan kuu...
Aku takut bersenang-senang sendiri dalam lamunanku yang membawa ingatan indah dan seketika jarak kembali membuyarkan lamunanku...

"Aku takut jika suatu hari nanti, ada yang menyadarkanku bahwa ternyata aku sendirian disini."

 really, aku merindukan ayahbunda dan adikku -__-'
 tapi aku yakin sejauh apapun jarak yg ku tempuh mereka selalu bersama ku, didalam hati ku..
doa ayah ibunda adalah semangat bagi ananda..
pikir kata ini: "Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur"
dan disini ketika aku tidak mampu berdiri sendiri, selalu ada super hero yg hebat & luar biasa yang selalu mengulurkan tangannya untuk membantu ku berdiri...
"Mereka bukan Superman, Spiderman, Batman atau Ironman"
"Tapi aku memanggil mereka KELUARGA & SAHABAT" :)
^___^'

Thursday, June 21, 2012

Aku bersama Cita-citakuu ^^



hari ini aku resmi menjadi mahasiswa baru di fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta…
ciiyeehh..aku seneeeng bngt ^o^

Akhirnya perjuanganku memasuki FK membuahkan hasil.
Berbagai rasa bergemuruh di dalam dadaku. Rasa ini bercampur baur. Aku senang, bahagia, tetapi juga takut.
Kenapa??
Aku takut akan berada di suatu tempat yang tidak kukenal bersama orang 
- orang yang tidak kukenal yaah itu karna aku menuntut ilmu di luar pulau Kalimantan tempat tinggal ku tercinta tapi sejauh mana pun aku menuntut ilmu toh aku yakin aku bisa menjalaninya dengan semangat dari orangtua ku tercinta juga motivasi dari semua teman-teman, guru dan yg lain intinya aku hanya ingin membuat mereka bangga, bahagia bahkan kalo bisa terharu dengan menitikkan airmata.. hihihi #lebay deeh.. :D

Aku hanya berdoa agar bisa menjalankan tugas belajarku baik dan benar nantinya.
 Perjalanan ke sana terasa begitu panjang, aku sudah tidak sabar untuk menjalankan tugasku nantinya. xixixii

in memoriar:
saat itu seorang guru yang juga berprofesi menjadi dokter di sekolah ku bertanya.. masih teringat jelas cara beliau menyampaikan dan pertanyaan itu sendirii..
 Adakah diantara kalian di kelas ini yang ingin jadi dokter, membantu masyarakat dengan tulus tanpa balas dan bersedia mengabdi seumur hidupnya   
?? tanya ibu Caca memecah keheningan kelas ketika semua siswa siswinya sedang sibuk mencatat apa yang sedang diterangkannya dengan seksama.

terang saja semua teman-teman ku terdiam.
Entah mengapa, tiba-tiba tiba ibu caca menanyakan pertanyaan itu. Lalu aku mengangkat tanganku dan kukatakan aku ingin menjadi dokter buu, semua teman 
- temanku terheran - heran kepadaku..  mungkin yang ada dipikiran mereka wwaah gue aja kagag bakal sanggup dah mengabdi seumur hidup, apa kata dunia lantas kenapa lidya mauu??


 Apakah hanya Lidya yang ingin jadi dokter, tanya ibu caca lagi.

Tidak ada yang bersuara lagi keheningan tetap saja terjadi, teman 
- temanku tetap diam dan ibu caca pun akhirnya juga diam tanpa 1 katapun lagi.
terlihat diwajahnya, dari raut muka guruku itu terlukis suatu kesedihan.
setelah itu aku tak pernah melihat guru ku itu lagii entah dimana dia sekarang.. Aku dan semua teman 
- temanku hanya bisa menangis dengan air mata dan ucapan terima kasih karena telah mengajar kami dengan ikhlas karna kami tau dia menyempatkan waktu bersama kami di tengah kesibukannya bergelut di dunia kesehatan, aku sangat salut dan bangga padanya.
Setelah itu aku hampir tidak pernah bertemu ibu caca lagi. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang masih menggelitik rasa keingintahuanku kenapa ketika ibu caca bertanya soal cita 
- cita menjadi dokter dan  semua teman - temanku tidak berminat menjadi dokter.
Suatu ketika pada saat istirahat aku bertanya kepada seluruh teman 
- teman mereka ingin jadi apa.
Banyak sekali diantara teman 
- temanku yang ingin jadi guru, insinyur, polisi dan berbagai profesi lain tetapi saat itu yang ingin menjadi dokter jumlahnya bisa dihitung dengan sebelah jumlah jari tanganku. Lalu kutanyakan kepada salah seorang temanku ,
Sinta, mengapa semua teman ku tidak berminat menjadi dokter.

 Aku bingung, mengapa semua teman sekelas kita termasuk kamu tidak mau menjadi dokter, ta 
??, tanyaku pada sinta yang sama skali tak mendengar ocehanku.

 Kau ini, ya, kau tahu sendiri kalau dokter itu biayanya mahal , masuknya susah dan hanya orang terpilih saja yang bisa memasuk’i nya, hidupnya susah dan pekerjaannya pun berat salah-salah kau lah yang mampus serta tak ada lah kita yang sanggup seumur hidup mengabdikan diri.. jawab Sinta singkat.

Memangnya pekerjaan dokter itu berat, sesusah apa sih? Toh kalo di pikir-pikir bila dibandingkan dengan menjadi seorang guru, kurasa tugas dokter lebih ringan dan mulia karena dokter menyembuhkan orang-orang yang sakit bahkan terkadang ikhlas tulus tanpa pernah meminta balas jasa, muia hatinya .
Hidup seorang dokter itu benar 
-benar diabdikan bagi pekerjaannya, seperti ibu caca yang juga berprofesi sebagai dokter.
 Aku ingin menjadi dokter seperti beliau yang mengabdikan hampir semua hidupnya bagi masyarakat dan bisa membagi ilmunya juga di bidang pendidikan dan tak pernah sedikitpun memikirkan dirinya yang ada di benaknya hanyalah kesehatan dan keadaan masyarakat, jawabku.

aduuh ya..yaa.. Kenapa sih kamu ? kamu sakit? Atau Otak kamu lagi error ya, kamu benar 
- benar sudah gila jika kamu mau jadi dokter aku tau kamu siswa yang paling pandai juga pintar di kelas ini aku tau kamu dari dulu tak pernah bergeser dari juara kelas kalaupun bergeser pasti cuma mundur ke dua bahkan selalu mengikuti lomba cerdas cermat, dan jugaa dokter kecil, kamu the best ya nilai-nilaimu pun bahkan di atas rata-rata semua sempurna paling kecil 9 atau 8 lah.. tapi kamu pikir lagi doong. Ibu kamu guru, dan ayah kamu juga pengawas dinas pendidikan sama juga lah kaya demikian, naah..kenapa kamu mau menjadi dokter, kenapa gak ngikut’in jejak beliau aja ?, tanya Sinta kesal.

 Pokoknya aku ingin jadi dokter. Aku ingin seperti bu caca, jawabku sengit nada kesel.

Kalau menurutku lebih enak jadi guru tau yaa, masa depan lebih terjamin, bahkan ada tunjangan bila pension nanti itung-itung buat jaga-jaga di masa tua. meskipun Kau tahu banyak guru yang harus nyambil ngojek karena penghasilannya tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya tapi mereka pun tetap semangat dan tulus menjalaninya. Aku pun ingin jadi guru jawab Sinta lagi.

Setelah itu Sinta pun berlalu. Sinta merasa telah menang dariku. Aku mulai mempertanyakan kembali apa yang sebenarnya yang membuat aku ingin jadi dokter.Pantaskah aku menjadi dokter hanya karena mengagumi sosok ibu caca, ah ku rasa bukan karna itu saja??. Pantaskah aku? Jika aku hanya hanya ingin jadi dokter karena mengagumi ibu caca, aku tak akan mungkin bisa menjadi dokter seperti ibu caca. Sementara ayah dan ibuku PNS yang sukses. Tapi mereka menginginkan aku sesuai dengan apa yang aku cita-cita kan mereka mendukungku, mereka bahkan menyemangati ku lebih dari yang ku tau.
 Ketika kusadari apa sebenarnya makna kesedihan yang tergambar di wajah guruku pada saat peristiwa di kelas itu, kusadari sebenarnya guruku yang satu ini menginginkan kami semua yang da di kelasku mau menjadi dokter. Namun kenyataan benar 
- benar berbeda dengan yang diinginkannya.Kusadari semua ini setelah aku hampir lulus dari SMA, ketika aku hampir memasuki masa kuliah ini. Semuanya telah direncanakan, kedua orang tuaku menyiapkan semua nya , aku akan jadi dokter seperti apa yang aku inginkan .
Keraguanku telah hilang , semuanya telah kupahami. Aku benar 
- benar ingin jadi dokter bukan hanya karena kagum pada guruku itu.

Tekadku sudah bulat, aku ingin jadi dokter walaupun di tempatkan dimana pun, walau harus mengorbankan nyawa ku, walau harus menerima konsekuesi apapun .
Tetapi jika kukatakan aku ingin jadi dokter apakah kedua orang tuaku akan bangga padaku?? Atau?? Aarggh..
aku pun mana mungkin aku berani mengecewakan mereka, hanya akulah satu 
- satunya tumpuan harapan keluargaku dan aku pula yang akan mengayomi adik kun anti sebagai kakak yang menunjukkan bakti pada orangtua ku karna aku ngga bisa berbuat banyak dan gak mungkin bisa membalas jasa mereka terhadapku.

Sebentar lagi aku masuk perguruan tinggi waaw OSPEK,
inilah yang membuatku semakin bingung. Aku akan memilih jalanku sendiri ataukah aku harus mengikuti jejak ayah ibunda ku???
Aku akan menyesal jika aku tidak menyuarakan hatiku, mengungkapakn keinginanku untuk menjadi dokter.

 Harus, aku harus bicara, kataku dalam hati.

Ketika hampir bicara dengan ibuku, aku kembali ragu.
 Benarkah yang akan kulakukan ini, pikirku dalam hati.
Tiba - tiba aku ingat ucapan ibu caca bahwa kita harus yakin dengan apa yang kita pilih.
 Kudekati ibu, kuberanikan diriku tetapi jantungku berdetak begitu kencang, aku gugup, tuhaaaan. >,<

Bunda, aku ingin bicara, kataku.

 Ada apa sepertinya kamu serius sekali, sayang 
?? kata ibundaku heran.

 Ini mengenai cita 
 citaku bunda , Aku tidak ingin jadi guru aku ingin jadi dokter, Bunda.
Aku benar 
- benar ingin jadi dokter,
menjadi pengawas dinas pendidikan ataupun guru bukanlah cita
- citaku, Bun.. kataku tergagap.

Mulanya berusaha untuk bersikap biasa tetapi akhirnya ibuku tidak bisa menutupi keterkejutannya entah apa yang dipikirkan nya.
Itu terlihat dari raut mukanya .
Ia hampir menerawang jauh, ibunda dan ayah tidak pernah melarang jika aku jadi dokter apapun itu yang penting aku berusaha belajar dan sungguh-sungguh..
yah aku adalah tumpuan harapan keluargaku karena aku anak pertama dan akan menjadi penopang bagi adik ku yang masih kecil.

 yang ku tau, jasa dokter tidak pernah diingat bahkan pemerintahpun tidak pernah memberi tanda jasa,.

Oleh karena itu,
 Akan kubuktikan bahwa dokter lebih berhak mendapat tanda jasa dibanding polisi.
Bagaimana nasib generasi kita nanti jika semua orang ingin menjadi guru dan tidak ada yang mau jadi dokter, tidak akan ada kesehatan masyarakat, perawat, bidan, gizi atau apalah tanpa dokter yang mengepalainya dan membantu nya.
 Sungguh ironis jika memandang suatu profesi ataupun jalan hidup yang kita pilih dari segi materi.
Walaupun jasa dokter tidak pernah diingat, tetapi Allah akan selalu mengingat jasa dokter, kataku berusaha meyakinkan diriku.

Ayah Ibundaku terdiam, ia kehabisan kata ia kalut juga salud akan pikiranku,.
Aku pun terdiam, ada sesuatu yang sedang bergejolak dalam hatiku. Aku merasa bersalah tetapi di sisi lain aku benar 
- benar ingin jadi dokter. Tiba - tiba terngiang kata - kata yang sering diucapkan teman-temanku kepadaku ketika aku masih sekolah dasar.

 Lidya, kamu kelak akan menjadi pengawas dinas pendidikan seperti ayah mu kan 
? kata mereka padaku.
Aku dihantam badai kebimbangan, aku sekarang bagai nahkoda kapal kehilangan kendali dan kebingungan mencari arah. Aku lari ke kamarku, aku menangis sejadi 
- jadinya.
 berdosakah aku, ya Allah, ampuni dosaku.


aku sudah menjatuhkan pilihan aku ingin jadi dokter.
Ibu caca juga pernah berkata, jika kita menyerah maka semua akan berakhir. Oleh karena itu, aku tidak pernah akan menyerah. Jangan takut dengan sesuatu yang menentangmu, ingatlah layang 
- layang terbang tinggi di langit karena menentang angin.

Di tengah kekalutanku ini, aku memutuskan untuk sholat istikhorah.
Aku harus yakin pada apa yang aku pilih. Aku ingin jadi dokter, aku tidak ingin jadi guru atau yang lainnya. Aku ingin jadi dokter seperti ibu caca yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk dunia masyarakat dan siswanya.

Dan sekarang aku sudah menjadi mahasiswa kedokteran .
Ada rasa bersalah di dalam hati kecilku karena aku tidak menuruti jejak langkah orangtuaku. Tetapi aku hanya dapat berdoa agar ayah dan ibuku dapat mengerti dan memahami bahwa menjadi dokter adalah tugas mulia dan inilah jalan yang aku pilih.

Langit kelihatan letih menahan awan, awan yang mengandung hujan. Tetapi aku akan tetap berjuang.
Cita 
- citaku baru saja dimulai.
Tiba 
-tiba terngiang kata - kata sinta bahwa hidup menjadi seorang dokter itu berarti harus mengorbankan dirinya sendiri masa bodo dengan diri sendiri yang terpenting hanyalah oranglain dan kadang uang yang diterima pun nihil.
Tetapi jika kita hidup hanya mementingkan materi, maka hidup ini akan menghasilkan robot 
- robot penghasil uang yang takkan pernah merasakan kepuasan bathin..
Wajah ibu caca terbayang dibenakku.
ibu caca, guru yang benar 
- benar ku kagumi dari seluruh hatiku, guru terbaik yang pernah mengajariku. Aku hanya bisa berdoa agar ibu caca dan keluarganya selalu dilimpahi rezeki -Nya.

_ ibu caca , sekarang aku sudah menjadi mahasiswa kedokteran di salah satu universitas di jakarta danakan mengabdikan diri pada masyarakat dan negara ini,teriakku dalam hati sambil tersenyum haru..

hoy.. temanku membuyarkan semua memoriku.

Akhirnya aku sampai di sini, sebuah kota besar, ibukota Negara indonesia, tempat dimana aku akan menjalankan tugas belajarku sebagai seorang mahasiswa..
yahh.. inilah duniaku, dunia pilihanku.
kota yang begitu penuh dengan padatnya penduduk namun begitu tenang bagiku, semoga aku di berikan kemudahan selalu.
Di sinilah aku akan menuntut ilmu meraih impian menuju masa depan untuk membanggakan ayah ibunda ku, membuat mereka tersenyum bangga padaku itulah harapan ku.



********
love my family..
kalian motivasi dan semangat hidup ku..
peluk, cium serta bakti anakmu..
Lidya ^^

Tuesday, June 05, 2012

"Orang Yang Mencintaimu Karena Allah"

Saudariku. . .
Sudahkah engkau menemukan seseorang yg mencintaimu karena Allah?
Orang yg mencintaimu karena Allah adalah dia yg senantiasa menyanjungmu,yg diceritakan tentang dirimu adalah yg baik saja..

lalu bagaimana dengan kesalahan, kekurangan dan keburukanmu baginya?
Bagi dirinya, kesalahanmu merupakan tugas baginya untuk membantumu memperbaiki kesalahan itu,bukannya malah menyalahkan atas kesalahan itu.Dia sadar bahwa manusia itu tidaklah ada yg benar benar kesempurnaannya karena baginya kesempurnaan itu hanyalah milik Dia yg menciptakan kesempurnaan itu,Allah AL Khalik.
 Kesalahanmu itu adalah pelajaran agar dikemudian hari tidak terjadi lagi untuk yg kedua,ketiga dan yg kesekian kalinya.

  Sesungguhnya kekuranganmu adalah kelebihan yg belum terlengkapi..
Apa yg lebih pada dirinya dijadikan sebagai pelengkap untuk menutupi kekuranganmu.
Dia telah siap menerima segala kekuranganmu sebagaimana dia telah menerima dan merasakan nikmat atas segala kelebihan yg dikaruniakan oleh Allah yg disenanginya pada dirimu seolah tiada beda baginya antara kelebihan dan kekurangan dimatanya.

 Tentang keburukanmu..
Apa yg buruk yg didapatkannya dalam dirimu, tidaklah akan pernah diceritakan aib itu pada orang lain.sebisa mungkin dia akan memberitahumu tentang keburukan itu dengan tutur kata yg santun sehingga tiada ketersinggungan yg engkau rasakan.
Yg ada pada dirimu terhadap dirinya akan membawa rasa kagum dan simpati atas perkataannya, perasaan itu memang tidaklah pasti akan engkau rasakan tapi bukannya hal itu tidak mungkin..

Bagaimana?
engkau setuju tidak dengan perkataan ini?
Marilah tanyakan pada hati yg tiada pernah mendustai diri kita.. :)

Tuesday, February 14, 2012

Untukmu Wahai calon Imamku nanti di Masa Depan


Aku inginkan dia yang bisa bicara benar padaku dan bukan hanya membenarkan kata-kataku..

Aku inginkan dia yang bisa kembali menegakkan bahuku dan mampu membuatku menatap kembali kedepan, bukan seseorang yang hanya memberiku sandaran yang membuatku menyesali dan tengelam dalam kegagalanku..

Aku inginkan dia yang mampu menjadi imam dalam hidupku dan mampu membawaku mendekat pada apa yang aku yakini...

Aku inginkan dia yang tidak menghandalkan kata manis untuk membuatku luluh namun membuatku merasa teristimewa hanya dengan kemampuannya dalam memahamiku..

Aku inginkan dia yang mengajariku untuk terlalu sibuk berusaha hingga aku lupa meluangkan waktuku untuk terus mengeluhkan sesuatu yang belum kucapai...

Aku inginkan dia yang mampu mengingatkanku saat aku lengah dan terlena dalam keberhasilan yang kucapai..

Aku inginkan dia yang bisa menerimaku apa adanya,memberiku tempat disisinya sebagai teman berbagi dan menghargaiku sebagai seorang wanita yang ia cintai

Aku inginkan dia yang membuatku bangga,bukan karena betapa rupawannya ia,tapi karena kebaikan hatinya..

Aku inginkan dia yang bisa mengajakku sejenak menunduk saat aku terus menatap keatas dan lupa bersyukur untuk apa kumiliki saat ini..

Tuesday, January 10, 2012

* DIARY KU *

ku tulis ini saat aku menyadari semua milikMU, Tuhan..
ini buat seseorang yang membuatku jatuh cinta, in memory .

Diam,inilah caraku sekarang mencintaimu karena-Nya.
Mengharap kesucian agar hatiku dan hatimu tak terbesit oleh nafsu.

Diam,itulah caraku sekarang mencintaimu karena-Nya.
Mengharap ketaqwaan agar fitrah itu tidak membuat Rabb ku cemburu padaku.

Diam,adalah caraku sekarang mencintaimu karena-Nya.
Mengharap syafa'at agar selamat di dunia dan di akhirat-Nya.

Diam,adalah caraku sekarang mencintaimu karena-Nya.
Mengharap keridhoan-Nya agar Allah tidak membenci perilaku kita.

Diam,adalah caraku sekarang mencintaimu karena-Nya.
Mengharap keikhlasan agar Allah berikan balasan yg indah bagi para pemelihara kesucian.

Aku tidak marah,aku tidak cemburu lagi karena kau bukan hakku,
Kadang memang kelemahan sebagai manusia biasa aku cemburu, kesal bahkan sangat marah.
Ada sedikit cinta di hatiku untukmu yang ingin agar kau tau.
Tapi sekali lagi kau milik Allah bukan milikku.
jadi biarkan cinta ini ku pendam dalam hatiku.
bila ada siraman Ridhonya kita kan bersama dan bila tidak, aku yakin akan ada bibit yang lebih baik dari- Nya..
jadi walau aku cinta aku putuskan untuk diam,biarkan Allah yang maha Kuasa mengatur-Nya.. :)

Duhai engkau yang jauh di sana ,,
Biar tidak pernah lagi bertemu mata, tidak pernah bersua bersama, tidak mengungkap janji azimat yg nista, tidak juga bermadah cinta,
karena itu bukanlah utama dalam membina mahligai bahagia..
Cukuplah kata-kata yang membawa kita mengingat ALLAH,
cukuplah nasihat serta teguran yg membuatkan kita lebih mendekati Yg Maha Esa,
cukuplah diriku tahu dirimu punya Iman & Agama...........

Hati kita ALLAH yang punya,
Hati kita ALLAH yang jaga,
hati kita ALLAH tahu segalanya dan ALLAH mampu membolak balik hati hamba-hamba-NYA,
Jika benar engkau yang telah ALLAH pilihkan untukku,jagalah hatimu untukku yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak sepertimana aku juga sedang menjaga hatiku untukmu karena-Nya..
maka berdoalah karena itu senjata kita..
andai takdir hidup bersama pasti ALLAH akan mempermudahkan jalannya..Aamiin insya ALLAH...

Teruntukmu Sang Pangeran Sholeh..temuilah aku dalam sujud istikharahmu ,ku kan sabar menunggumu,jemput aku datang ketika saatnya tiba..^_^